Pertamina MOR I Terapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat - Waspada

Pertamina MOR I Terapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat

  • Bagikan
PEGAWAI Pertamina MOR I saat berjalan melintasi spanduk bertuliskan 'Anda Memasuki Areal Wajib Masker' yang dipasang di kawasan perkantoran Pertamina MOR I, Jl. KL Yos Sudarso Medan. Dimana Pertamina menerapkan protokol kesehatan secara ketat baik kepada seluruh pegawai maupun tamu yang berkunjung.
PEGAWAI Pertamina MOR I saat berjalan melintasi spanduk bertuliskan 'Anda Memasuki Areal Wajib Masker' yang dipasang di kawasan perkantoran Pertamina MOR I, Jl. KL Yos Sudarso Medan. Dimana Pertamina menerapkan protokol kesehatan secara ketat baik kepada seluruh pegawai maupun tamu yang berkunjung.

MEDAN (Waspada): Selama pandemi Covid-19, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) tetap beroperasi dan melayani dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, baik di operasional maupun di kantor.

Tidak hanya sekedar menerapkan standar protokol kesehatan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak), Pertamina juga melakukan perubahan pola kerja yang dianjurkan pemerintah di masa era New Normal ini.

“Sampai saat ini, kami masih tetap beroperasi baik di kantor maupun operasional di lapangan. Namun khusus di kantor, Pertamina menerapkan 25% yang bekerja di kantor dan 75% bekerja di rumah atau work from home (WFH),” kata Pjs Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina MOR I, Nurhidayanto, Senin (19/10).

Sementara untuk operasional, lanjutnya, baik operator BBM maupun di fuel terminal, depot pengisian pesawat udara, dan SPPBE itu tetap full 100 persen bekerja. Namun yang berbeda, di dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Pekerja di operasional, setiap 14 hari sekali dilakukan pemeriksaan tes rapid. Kemudian setiap hari harus absensi digital dengan melaporkan kondisi kesehatan, sebagai monitoring kepada perusahaan,” ujarnya.

Yanto menjelaskan, apabila dalam pelaporan tersebut ditemukan ada gangguan kesehatan, maka tim dokter khusus untuk pencegahan Covid langsung turun untuk melakukan penanganan dan memberikan obat-obatan jika diperlukan.

Seperti ada beberapa gejala-gejala, misalnya jika ada gejala positif seperti OTG (orang tanpa gejala) ketika diidentifikasi cepat, bisa langsung dilakukan penanganan sampai bisa sehat atau sembuh kembali.

Selain itu, Pertamina juga menerapkan protokol khusus bagi setiap tamu yang berkunjung. Dimana setiap tamu yang berkunjung harus membawa surat rapid, namun didorong agar dapat melakukan pertemuan secara daring. Kalaupun tidak bisa secara daring, harus bertemu muka, maka maksimal pertemuan hanya satu jam.

“Jadi ini bagian dari standar protokol kesehatan, dimana setiap tamu harus menunjukkan rapid test, kemudian di tes suhu tubuh, memakai masker dan kita siapkan sarana cuci tangan di kantor,” sebutnya.

Menurutnya, upaya ini dilakukan, karena dari data Satgas Covid di Pertamina, ditemukan salah satu sumber potensi penularan adalah dari keluarga. Kalau dari lingkungan Pertamina sudah sangat ketat, tetapi dari keluarga dan orang yang sering berpergian, ini yang memiliki potensi terbesar mengakibatkan penularan.

“Kami mengimbau seluruh warga masyarakat, terutama teman-teman pekerja Pertamina di lapangan untuk selalu mengutamakan 3M, Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, Menggunakan masker dan Menjaga jarak. Karena sekarang ini, titik poin penularan bisa dari mana saja, meskipun secara korporasi perusahaan mengetatkan, tetapi kalau di rumah maupun keluarga longgar, virus berpotensi menyebar di situ,” pungkasnya. (m31)

  • Bagikan