Pertamina Lakukan Mitigasi Hadapi Nataru

  • Bagikan
Section Head Commrel, Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Agustiawan saat melakukan kunjungan silaturahmi ke redaksi waspada.id yang diterima Redaktur Senior, Edward Thahir, Staf Redaksi waspada.id, M.Andika A Said, di Gedung Bumi Warta Harian Waspada, Rabu (8/12/2021).
Section Head Commrel, Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Agustiawan saat melakukan kunjungan silaturahmi ke redaksi waspada.id yang diterima Redaktur Senior, Edward Thahir, Staf Redaksi waspada.id, M.Andika A Said, di Gedung Bumi Warta Harian Waspada, Rabu (8/12/2021).

MEDAN (Waspada): PT Pertamina Patra Niaga akan melakukan mitigasi dalam menghadapi lonjakan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Hari Besar Keagamaan Nasional Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Hal tersebut disampaikan Section Head Commrel, Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Agustiawan saat melakukan kunjungan silaturahmi ke redaksi waspada.id yang diterima Redaktur Senior, Edward Thahir, Staf Redaksi, M.Andika A Said, di Gedung Bumi Warta Harian Waspada, Rabu (8/12/2021).

Agus menyebutkan, secara prinsip Pertamina siap melakukan evaluasi, mitigasi dan persiapan sehingga tidak terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, seperti kelangkaan BBM dan sebagainya yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat di saat Natal Dan Tahun Baru.

Pihaknya memperkirakan, akan terjadi peningkatan konsumsi BBM seperti gasoline (untuk kendaraan mesin bensin), seperti Premium, Pertalite, dan Pertamax Series maupun gasoil (untuk kendaraan mesin diesel) yakni Solar.

“Untuk gasoline itu kita prediksi ada peningkatan konsumsi BBM sekitar 1,3%. Sementara untuk gasoil, atau solar ada peningkatan sekitar 4%. Peningkatan konsumsi tersebut terjadi di seluruh wilayah Sumbagut,” ujar Agus yang didampingi Staf Humas Pertamina Patra Niaga, Natalin.

Untuk mentantisipasi terjadinya peningkatan konsumsi BBM pada saat Nataru tersebut, pihaknya akan melakukan peningkatan stok BBM serta mengantisipasi gangguan pada saat suplay atau pendistribusian.

“Apa yang kami lakukan untuk mengantisipasi ini, kita melakukan peningkatan stok BBM kita, serta mengantisipasi untuk suplay, bila terjadi kegagalan suplay. Sehingga kita melakukan mitigasi-mitigasi agar kendala-kendala tersebut bisa teratasi,” sebutnya.

Di samping itu, lanjutnya, Pertamina Patra Niaga Sumbagut juga akan membuat SPBU Kantong. SPBU Kantong ini adalah mobil tangki yang disiapkan stanby di SPBU. Hal itu untuk mengantisipasi adanya rawan kemacetan dan rawan penumpukan kendaraan.

“Kita juga menambah beberapa mobil dispenser, yang disiapkan di SPBU yang kemungkinan tanki timbunnya terbatas. Kita suplai mobil dispenser tersebut untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi tersebut,” sebutnya.

“Nah pola-pola ini yang kita lakukan, sehingga kita berharap dengan adanya mitigasi ini, distribusi BBM tetap bisa berjalan lancar,” tegasnya.

Terkait dengan Perpres 191/2014 dan Perpres 243/2018, Agus menyampaikan, bahwa sampai saat ini Perpres tersebut masih berlaku dan Pertamina juga masih melaksanakan peraturan tersebut dan masih menyalurkan BBM jenis Premium.

“Sesuai regulasi Perpres 191/2014 dan Perpres 243/2018, Premium merupakan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) dan Pertamina berkomitmen menjalankan penugasan tersebut dengan tetap menyalurkannya di setiap wilayah sesuai dengan kuota yang sudah ditetapkan pemerintah,” tandasnya. (m31)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *