Penyaluran Kredit BTN Tumbuh 6,03% Topang Laba Bersih Jadi Sebesar Rp1,52 T - Waspada

Penyaluran Kredit BTN Tumbuh 6,03% Topang Laba Bersih Jadi Sebesar Rp1,52 T

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Penyaluran kredit Bank Tabungan Negara (BTN) JAKARTA Tbk, sebesar Rp270,27 triliun atau tumbuh 6,03% menjadi penopang kenaikan laba bersih sebesar Rp1,52 triliun (naik 35,32%) per September 2021 atau secara year on year (yoy). 

“Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh pertumbuhan kredit serta efisiensi biaya dana atau Cost of Fund,” kata Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo saat paparan kinerja triwulan III/2021 secara virtual, Kamis (21/10). 

Dikatakan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi masih menjadi penopang utama pertumbuhan kredit BTN dengan kenaikan sebesar 11,74% yoy menjadi Rp129,98 triliun pada 30 September 2021. 

“Kenaikan penyaluran KPR Subsidi tersebut membuat Bank BTN masih mendominasi pangsa KPR Subsidi sebesar 86%,” ujarnya. 

Dari survei Bank Indonesia juga mengindikasikan penyaluran kredit baru tumbuh positif pada triwulan III/2021, tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru sebesar 20,9%. 

Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit baru terindikasi terjadi pada seluruh jenis kredit, terlihat dari nilai SBT yang tercatat positif. 

“Kami optimistis kinerja yang positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2021 dengan berbagai inovasi dan transformasi bisnis yang dilakukan Bank BTN,” tutur  Haru 

Sementara KPR Non-Subsidi juga turut menunjukkan kenaikan di level 2,11% yoy menjadi Rp81,88 triliun per 30 September 2021. 

Di segmen non-perumahan, kredit konsumer dan kredit korporasi juga menunjukkan pertumbuhan positif di level masing-masing sebesar 21,28% yoy menjadi Rp5,79 triliun dan 89,77% yoy menjadi Rp12,15 triliun per 30 September 2021. 

“Secara keseluruhan, catatan pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank BTN juga berada di atas rata-rata penyaluran kredit perbankan nasional,” ungkap Haru. 

Data Bank Indonesia merekam pertumbuhan kredit yang disalurkan industri perbankan nasional hanya naik di level 2,21% per September 2021. 

Haru menegaskan, kualitas kredit juga terus menunjukkan perbaikan hampir di seluruh segmen. Per 30 September 2021, Non-Performing Loan (NPL) gross Bank BTN berhasil ditekan menjadi 3,94% dari 4,56% dari periode yang sama tahun sebelumnya. 

“Meski NPL berhasil ditekan, namun perseroan tetap melakukan peningkatan rasio pencadangan (coverage ratio) sebesar 1.410 bps yoy menjadi 125,46% pada akhir September ini dari 111,36% di periode yang sama tahun sebelumnya,” imbuhnya. 

Syariah Tumbuh 

Sedangkan pertumbuhan bisnis konvensional, laba bersih Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN juga tumbuh positif melonjak di level 26,17% yoy dari Rp112,34 miliar menjadi Rp141,74 miliar per 30 September 2021. 

Capaian positif BTN Syariah tersebut didukung pertumbuhan bisnis yang stabil. Pada 30 September 2021, pembiayaan syariah tercatat tumbuh 12,27% yoy menjadi Rp27,35 triliun. 

Kualitas pembiayaan BTN Syariah juga terus membaik dengan Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 4,96% per 30 September 2021 dari sebelumnya 6,51% di September 2020. 

BTN Syariah juga tercatat telah menghimpun DPK sebesar Rp27,92 triliun pada akhir September 2021 atau naik 23,24% yoy dari Rp22,65 triliun. 

Dengan capaian tersebut, aset UUS BTN ini tumbuh di level 11,62% yoy menjadi Rp36,51 triliun per 30 September 2021. (J03) 

Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo saat paparan kinerja triwulan III/2021 secara virtual, Kamis (21/10)

  • Bagikan