Waspada
Waspada » Pengusaha Khawatirkan Wacana Kebijakan Isolasi Dari China
Ekonomi

Pengusaha Khawatirkan Wacana Kebijakan Isolasi Dari China

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sumut, Laksamana Adiyaksa, menyampaikan kekhawatiran pengusaha terhadap wacana kebijakan isolasi dari China.
Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sumut, Laksamana Adiyaksa, menyampaikan kekhawatiran pengusaha terhadap wacana kebijakan isolasi dari China.

MEDAN (Waspada): Pengusaha industri menghkawatirkan adanya wacana dari China yang akan melakukan kebijakan isolasi. Hal tersebut bisa berdampak terhadap terganggunya permintaan bahan baku materil dari China yang dibutuhkan di dalam negeri.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sumut, Laksamana Adiyaksa, menyikapi kebijakan pemerintah menghentikan sementara penerbangan dari dan ke China. Namun, dia lebih mengkhawatirkan wacana kebijakan isolasi dari China, yang berdampak bagi pengusaha.

“Kalau penghentian penerbangan, bagi pengusaha tidak ada masalah demi keamanan penumpang dan masyarakat. Saya kira kebijakan itu yang terbaik ya harus dilakukan. Dan itu bukan hanya Indonesia saja, hampir semua negara melakukannya,” kata Laksamana, Selasa (4/2).

Menurutnya, yang dihentikan sementara ini kan hanya kunjungan fisiknya. Kalau bisnis masih bisa dengan komunikasi, lewat email maupun telepon.

“Namun yang mengkhawatirkan, saya dengar info, China sedang mempertimbangkan kebijakan isolasi. Kalau kebijakan isolasi dilakukan, itu yang dikhawatirkan pengusaha. Bahan baku materil yang dibutuhkan sebagai bahan produksi untuk industri di dalam negeri bisa terganggu,” tegasnya.

APINDO menilai, kalau hal tersebut terjadi, maka harus dibicarakan bagaimana produk yang masuk bisa terjamin, tentunya terjamin juga sterelisasinya.

“Memang untuk saat ini belum. Tetapi ada kekhawatiran itu terjadi. Ada kekhawatiran kalau ada isolasi, berarti barang-barangnya nggak bisa keluar. Itu perlu dicermati dan menjadi pertimbangan khusus,” katanya.

Tentunya, harus ada kepastian bagi perusahaan yang tujuan ekspornya ke sana, maupun perusahaan yang bahan bakunya berasal dari China. Supaya tidak memberikan dampak buruk terhadap operasional industri yang ada di Indonesia.

Menurutnya, perlu ada kajian yang lebih baik. Kalau hal tersebut terjadi, pengusaha harus bisa mencari solusi. Tentunya, efek keamanan dan keselamatan harus dipikirkan yang paling utama.

“Harapan kita isolasi tidak terjadi. Namun kita juga tidak bisa melakukan apa-apa kalau kondisinya semakin jelek. Harapan kita semoga masalah tersebut bisa diselesaikan, karena ini akan membawa dampak kepada ekonomi dunia secara global,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk melakukan penundaan penerbangan ke dan dari seluruh destinasi di China. Penundaan berlaku mulai Rabu 5 Februari 2020 pukul 00:00 WIB hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian. (m41)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2