Waspada
Waspada » Pendampingan Atasi Problem UMKM
Ekonomi

Pendampingan Atasi Problem UMKM

KORDINATOR Wilayah (Korwil) Asosiasi Bisnis Development Service Indonesia (ABDEI) Sumut Yusman MA. Pendampingan atasi problem UMKM. Waspada/Ist
KORDINATOR Wilayah (Korwil) Asosiasi Bisnis Development Service Indonesia (ABDEI) Sumut Yusman MA. Pendampingan atasi problem UMKM. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Kordinator Wilayah (Korwil) Asosiasi Bisnis Development Service Indonesia (ABDEI) Sumut Yusman MA (foto) mengatakan, pendampingan akan membantu atasi problem dan kesulitan mereka dalam mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Demikian dikatakan Yusman kepada Waspada, menyikapi peran UMKM sebagai penopang perekonomian rakyat, Rabu, (19/8/2020) di Medan.

Dari pendampingan, para wirausaha dapat atasi problem UMKM, termasuk mendapatkan ilmu sebagai wirausaha alam mengembangkan produksinya.

Dibutuhkannya pendampingan dari para pakar perguruan tinggi dan konsultan lembaga lainnya sesuai dengan produk yang akan dikelokanya tersebut.

Hal ini dapat membantu UMKM seperti kaitannya, dengan perbankan, pengolahan produksi, manejerialnya, pembukuannya, marketing, legitimasi perusahaan dan lainnya.

Fasilitas seperti itulah yang dibutuhkan mereka dari pendampingan tersebut.

Sebab, selama ini para wirausaha ini kita masih banyak berpendidikan rendah.

Jadi, selain ilmu yang didapatkan mereka untuk berbisnis juga pola pikirnya (mindset) harus dirubah untuk menjadi pengusaha yang unggul dengan adanya pendampingan tersebut.

“Karena itu, semua dalam bimbingan oleh pendamping untuk menumbuhkembangkan usaha mereka,” ujar dosen UINSU ini.

Dalam hal wirausaha atau UMKM makanan dan minuman misalnya, bagaimana membuat citarasa yang diminati masyarakat, lalu kemasan yang menarik dan lainnya.

Pasar Modren

Begitupun dengan memproduksi kluster sayuran yang dikemas dalam bungkusan yang menarik.

Dengan bantuan pendamping tadi untuk jaringan ke berbagai plaza lainnya dengan demikian terciptanya pasar yang lebih modren.

Sama halnya dengan hasil kekayaan alam lainnya yang mau dijadikan produksi turunan dari satu raw material.

Dari sini akan menciptakan produksi dengan sentuhan teknologi tepat guna.

Sehingga dari bahan baku,proses produksi hingga pemasarannya inilah peran pendamping tadi.

Dalam hal ini juga industri-industri yang mengelola berbagai jenis produk dan bahkan memiliki kualitas ekspor ke berbagai negara.

“Artinya, ada nilai tambah dari produksi itu sendiri. Jadi, disini penggabungan antara bahan baku dengan teknologi yang tidak dimengerti para wirausaha kita atau UMKM,” katanya.

Dalam memproduksinya, harus menggunakan jasa pendamping tersebut.

Mendesaknya pendampingan untuk UMKM ini, selain mereka rata-rata berpendidikan rendah juga pihaknya melihat lima tahun belakangan ini bermunculannya kafe atau warung makanan dan minuman, yang pemiliknya juga sudah berpendidikan.

Tapi untuk mengelolanya mereka belum mendapatkan ilmunya untuk menarik para konsumen agar penjualan mereka meningkat.

“Karena mereka juga membuka usaha tersebut tidak, karena hobi atau keinginan hanya tidak mau menganggur tapi belum bisa mengelolanya dengan baik, ” terang Yusman.

Yang seperti ini juga butuh pendampingan untuk menaikkan omset mereka dalam mengelola dan memberikan kepuasan pelanggan.

Banyak perkembangan informasi untuk membimbing para UMKM atau wirausaha di berbagai daerah kabupaten/kota guna merubah mindset dan memperoleh ilmu melalui pendampingan.

Dibutuhkan

Pengurus salah satu lembaga Mikro di Labuhanbatu Aswin Nasution mengakui pendampingan itu sangat dibutuhkan lembaga mereka.

“Kami membutuhkan pendamping untuk mengembangkan usaha kami dalam mengelola hasil laut yang kami kelola selama ini,” katanya.

Sebab, pihaknya masih menghadapi kesulitan untuk melakukan pengembangan usaha, karena tidak adanya ilmu atau bimbingan yang sangat kami butuhkan.

Dalam pemasarannya saja, tentu saja sulit, karena tidak memiliki jaringan.

Padahal, bila saja ada pendampingan, tentu ikan yang selama ini kami jual langsung dari hasil laut tersebut seandainya saja diolah dengan produksi turunan dari ikan tersebut tentu akan memiliki nilai tambah.

“Dan dapat menumbuh kembangkan hasil ikan sebagai raw material yang kami miliki, ” ucap Aswin. (clin)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2