Waspada
Waspada » Pemko Medan Bersama Alifa Gelar Pelatihan Budidaya Tanaman Hidroponik
Ekonomi Medan

Pemko Medan Bersama Alifa Gelar Pelatihan Budidaya Tanaman Hidroponik

PENANGGUNGJAWAB Alifa Agricultural Research Centre Faisal Hadi memberikan pelatihan kepada masyarakat terkait Pemanfataan Lahan Pekarangan Untuk Budidaya Sayuran Secara Hidroponik untuk masyarakat di Kantor Alifa Agricultural Research Centre, Jalan Brigjend Katamso, Medan, Senin (16/11). Waspada/Arianda Tanjung
PENANGGUNGJAWAB Alifa Agricultural Research Centre Faisal Hadi memberikan pelatihan kepada masyarakat terkait Pemanfataan Lahan Pekarangan Untuk Budidaya Sayuran Secara Hidroponik untuk masyarakat di Kantor Alifa Agricultural Research Centre, Jalan Brigjend Katamso, Medan, Senin (16/11). Waspada/Arianda Tanjung

MEDAN (Waspada): Alifa Agricultural Research Centre bekerjasama dengan Pemko Medan menggelar Pelatihan Pemanfataan Lahan Pekarangan Untuk Budidaya Sayuran Secara Hidroponik untuk masyarakat di Kantor Alifa Agricultural Research Centre, Jalan Brigjend Katamso, Senin (16/11).

Penanggungjawab Alifa Agricultural Research Centre Faisal Hadi didampingi Kepala Lab Kultur Jaringan M Iqbal mengatakan bila kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat terkait memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya sayuran hidroponik.

Terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti ini, jadi masyarakat harus tetap produktif meski hanya berada di rumah.

“Saya menilai bahwa Pemko Medan ingin menggali kemampuan serta keterampilan masyarakat terkait bidang pertanian, khususnya hidroponik ini. Karena selain menambah pengetahuan kan juga bisa menambah penghasilan bagi masyarakat,” tegasnya.

Diakui jika Alifa Agricultural Research Centre tentunya sangat menyambut baik kerjasama yang dilakukan dengan Pemko Medan ini.

Karena Alifa Agricultural Research Centre, ini merupakan pusat penelitian tentang perkebunan.

“Di Alifa ini ada belajar tentang kultur jaringan, ada pelatihan perkebunan dan manajemennya, lalu juga ada pembelajaran tentang hidropnik. Tentu karena adanya pembelajaran hidroponik di Alifa Agricultural Research Centre, maka Pemko Medan mengajak untuk bekerjasama,” tegasnya sembari berkata ini pertamakalinya bekerjasama dengan Pemko Medan, serta dengan harapan kerjasama ini dapat berlanjut di tahun berikutnya.

Dirinya berharap para peserta yang ikut dalam pelatihan ini dapat menjadi motor penggerak di lingkungannya.

“Karenakan banyak masyarakat yang memiliki pekarangan yang cukup besar, tentu sayang jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Untuk itu dengan adanya pelatihan ini, masyarakat dapat lebih terampil lagi,” pintanya.

Selain itu, Faisal juga mengatakan banyak masyarakat yang berpikiran jika membuat tanaman hidroponik itu mahal, padahal tidak.

Kenapa? karena masyarakat bisa memanfaatkan wadah daur ulang seperti botol air mineral, cup es krim, dan lainnya.

“Inikan bagus juga, jadi sampah itu bisa didaur ulang dengan cara yang bagus seperti hidroponik ini sendiri. Mungkin memang yang agak susah itu nutrisinya, karena kan medianya air bukan tanah. Tapi kami di sini sedang mencari formula untuk membuatnya, mengingat selama ini kami di sini masih membelinya,” tambah Faisal.

Sementara itu, M Iqbal mengatakan bila Alifa Agricultural Research Centre juga menyediakan pelatihan terkait hidroponik dan lainnya secara individu, organisasi, maupun instansi.

“Selain itu juga kami sudah bekerjasama dengan beberapa kampus untuk membimbing mahasiswa dalam masalah penelitian pertanian,” tutup Iqbal. (m33)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2