Waspada
Waspada » Pakar Ekonomi Islam Rifki Ismal: Indonesia Kiblat Ekonomi Syariah Dunia
Ekonomi

Pakar Ekonomi Islam Rifki Ismal: Indonesia Kiblat Ekonomi Syariah Dunia

Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Rifki Ismal (3 kanan) menerima piagam penghargaan dari Dekan FEBI IAIN P.SIdimpuan Dr.Darwis Harahap (3 kiri) usai menjelaskan indonesia sebagai kiblat ekonomi Syariah dunia.Sabtu (22/2).Waspada/Mohot Lubis.
Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Rifki Ismal (3 kanan) menerima piagam penghargaan dari Dekan FEBI IAIN P.SIdimpuan Dr.Darwis Harahap (3 kiri) usai menjelaskan indonesia sebagai kiblat ekonomi Syariah dunia.Sabtu (22/2).Waspada/Mohot Lubis.

P.SIDIMPUAN (Waspada) : Pakar ekonomi Syariah Islam, Rifki Ismal PhD mengatakan Indonseia saat ini menduduki peringkat 1 dalam konsep dan penerapan ekonomi Islam sehingga jadi rujukan atau kiblat ekonomi syariah dunia.

‘Banyak negara yang belajar konsep ekonomi syariah dari Indonesia karena Indonesia saat inibtelah jadi kiblat ekonomi syariah dunia,” Kata Rifki Ismail pada stadium general yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN P.Sidimpuan, Sabtu (22/2) di Auditorium, IAIN P.Sidimpuan.

Stadium General dengan tema ‘meningkatkan kompetensi akademik mahasiswa’ dibuka Dekan FEBI IAIN P. SIdimpuan Dr. Darwis Harahap dengan peserta mahasiswa dari berbagai program studi yang ada di FEBI, FDIK, FTIK dan Fasih.

Rifki Ismail yang saat ini menjabat sebagai Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI menjelaskan, ketertarikan negara asing untuk mempelajari ekonomi syariah dari Indonesia, termasuk negara yang berpenduduk maoritas non muslim karena menilia konsep ekonomi syariah sebagai solusi ekonomi masa depan.

Berbagai negara didunia telah berlomba untuk membuat produk halal seperti industri halal. Islamic tourisme, food halal dan lainnya dan indonesia jadi kiblatya.”Untuk konsep keungan telah dibentuk komite nasional keuangan syariah Indonesia yang diketua Wapres,’ tururnya.

“Saya telah diundang Jerman, Inggiris, Korea, Qatar dan negara lainnya untuk berdiskusi sekaligus meminta penjelasan tentang konsep ekonomi syariah Indonesia.PBB juga telah mengundang saya untuk menjelaskan konsep ekonomi syariah,” ungkapnya.

Menurutnya, belajar tentang ekonomi Islam telah menjadi perhatian dunia karena konsep ekonomi Islam mengandung konsep keummatan.”Korea berharap agar MUI mau memberikan label halal pada produknya.Ini sebagai bukti kekuatan pengakuan dunia pada Indonesia,” paparnya.

Penguatan Kompetensi Mahasiswa.

Dekan FEBI IAIN P.SIdimpuan Dr. Darwis Harahap mengatakan penguatan kompetensi mahasiswa dalam mempelajari dan memahami ekonomi Islam secara utuh perlu menghadirkan pakar atau ahli ekonomi Islam.

Penguarltan kompetensi mahasiswa tersebut, ujar Dekan bertujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan yang berdaya saing mengingat Indonesia telah jadi perhatian dunia.”Untuk itulah kita menghadirkan pakar ekonomi Islam dunia, Rifki Ismal,” jelas Darwis.

Wakil Dekan Bidang Akademik FEBI, Dr.Abdul Nasser Hasibuan mwngatakan mahasiswa yang menjadi peserta stadium general tersebut lebih dari seribu orang dari berbagai fakultas dan 620 orang diantaranya mahasiswa FEBI.(cml/B).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2