Waspada
Waspada » OJK Catat Perkembangan IJK Di Sumut Tumbuh Positif
Ekonomi

OJK Catat Perkembangan IJK Di Sumut Tumbuh Positif

Anggota Dewan Komisioner OJK, Tirta Segara bersama Wagubsu Musa Rajekshah dan Kepala OJK Regional 5, Yusup Ansori beserta pimpinan IJK dan stakeholders di Sumut, foto bersama di sela Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Utara 2020, di Hotel Santika Dyandra Medan, Selasa (4/2).
Anggota Dewan Komisioner OJK, Tirta Segara bersama Wagubsu Musa Rajekshah dan Kepala OJK Regional 5, Yusup Ansori beserta pimpinan IJK dan stakeholders di Sumut, foto bersama di sela Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Utara 2020, di Hotel Santika Dyandra Medan, Selasa (4/2).

MEDAN (Waspada): Selama 2019 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Sumbagut mencatat, perkembangan IJK (Industri Jasa Keuangan) di Sumut tumbuh positif.

Hal itu didukung oleh tingkat permodalan dan likuiditas memadai serta tingkat risiko yang terkendali.

Kepala OJK Regional 5, Yusup Ansori mengatakan, pertumbuhan tersebut salah satunya disebabkan seluruh bank berkantor pusat di Sumbagut memiliki permodalan yang baik. Selain itu telah melewati batas minimum ketersediaan modal menurut profil risiko masing-masing bank sehingga IJK di Sumut tumbuh positif.

“Hingga akhir tahun 2019, kondisi likuiditas seluruh bank yang berkantor pusat di Sumbagut tergolong memadai. Bahkan lebih tinggi dari threshold yang telah ditetapkan,” katanya.

Hal tersebut disampaikan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Utara 2020, di Hotel Santika Dyandra Medan, Selasa (4/2).

Yusup Ansori mengatakan, OJK Sumbagut yakin dengan likuiditas yang memadai tersebut, peran bank umum bagi pembangunan daerah semakin optimal. Bahkan kredit perbankan di Sumbagut masih tumbuh positif sebesar 4,31% dengan nominal kredit mencapai Rp423,83 triliun.

“Pertumbuhan kredit didorong oleh pertumbuhan kredit investasi (10,13%). Pertumbuhan kredit tersebut diiringi dengan risiko kredit yang terkendali dengan rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,76%,” ujarnya.

Kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh positif sebesar 6,97% menjadi sebesar Rp456,95 trilliun. Dengan perkembangan kredit dan DPK tersebut, kinerja intermediasi perbankan masih terjaga di level cukup tinggi dengan rasio LDR 92,75%.

“Bahkan, secara spesifik, kredit salah satu BPD, yaitu PT Bank Sumut, mampu tumbuh 8,93% (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan kredit nasional 6,08%, dan menjadi pertumbuhan tertinggi bank tersebut dalam 10 tahun terakhir,” ujarnya.

Selanjutnya, aset perbankan syariah di Sumbagut tumbuh double digit 13,58%. Hal itu menunjukkan minat masyarakat makin tinggi untuk menggunakan produk perbankan syariah.

Selain itu mendorong market share perbankan syariah di Sumbagut meningkat dari 11,24% pada 2018 menjadi 12,15% pada 2019.

“Dari sisi industri jasa keuangan non bank, penyaluran pembiayaan oleh industri Perusahaan Pembiayaan di Sumbagut tergolong baik. Portofolio pembiayaan 2019 mencapai Rp45,07 triliun atau 9,6% terhadap portofolio nasional,” katanya.

Sumatera Utara merupakan provinsi dengan jumlah pembiayaan tertinggi secara nasional di luar Pulau Jawa, mencapai Rp17,55 triliun, dengan Non Performing Financing (NPF) yang cukup rendah 2,15%.

Terus Bersinergi

Sementara itu, Anggota Dewan Komisioner OJK, Tirta Segara menyambut baik capaian-capaian perekonomian dan kinerja sektor jasa keuangan di Sumatera Utara. Dia berharap jajaran OJK di Sumbagut dapat terus bekerja sama dan bersinergi dengan berbagai elemen.

“Jajaran OJK Sumbagut harus terus bersinergi dengan pemerintah serta pelaku industri jasa keuangan, dalam mengawal berbagai kebijakan yang ditetapkan. Selain itu memanfaatkan peluang yang ada, serta mengantisipasi tantangan ke depan,” ujarnya.

Sedangkan Wagubsu Musa Rajekshah menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin baik antara OJK dan lembaga IJK serta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Saya berharap sinergi tersebut dapat terus dijaga dan ditingkatkan guna mendukung program-program pemerintah. Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumut yang maju, aman dan bermartabat,” pungkasnya. (m41)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2