Waspada
Waspada » Nilai Ekspor Jagung Asal Sumut Capai Rp1,2 M
Ekonomi

Nilai Ekspor Jagung Asal Sumut Capai Rp1,2 M

PETUGAS Karantina Pertanian Belawan sedang memeriksa jagung manis asal Sumut sebelum diekspor ke luar negeri.
PETUGAS Karantina Pertanian Belawan sedang memeriksa jagung manis asal Sumut sebelum diekspor ke luar negeri.

BELAWAN (Waspada): Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan mengapresiasi pelaku usaha di sub sektor tanaman pangan asal Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Dimana ekspor jagung manis asal Sumut mengalami peningkatan volume ekspor.

Permohonan sertifikasi untuk ekspor jagung manis di Karantina Pertanian Belawan tercatat meningkat. Selama semester I tahun 2020 sebanyak 111 ton dengan nilai ekonomis Rp1,2 miliar. Sedangkan selama tahun 2019 tercatat hanya 91 ton dengan nilai ekonomis Rp.892 juta.

“Ekspor komoditas jagung manis asal Sumut ini menunjukkan hasil menggembirakan dari tahun ke tahun. Jagung manis ini laris di pasar global, terutama pada kondisi ekonomi yang melemah akibat wabah pandemi, “ Kepala Karantina Pertanian Belawan ungkap Hasrul melalui keterangan tertulisnya, Senin (10/8).

Menurut Hasrul, untuk memastikan produk pertanian dapat diterima di negara tujuan, secara rutin Karantina Pertanian Belawan memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, SPS Measure, sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor.

Jagung manis ini banyak dibudidayakan petani jagung di Kabupaten Karo, Simalungun, Deliserdang, Langkat dan Dairi. Biasanya diekspor dalam bentuk beku (Frozen Sweet Corn) dan digunakan di negara tujuan ekspor sebagai bahan baku industri pangan. Sedangkan negara yang rutin sebagai tujuan ekspor adalah Singapura, Malaysia dan Jepang.

Dorong Hilirisasi

Di tempat terpisah Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil menjelaskan, produk lokal yang sudah memiliki pasar ekspor harus didorong. “Kedepan harusnya sudah dalam bentuk ekstrak jagung , pasta atau bahkan dalam bentuk jadi. Sehingga bisa memberi nilai tambah,” kata Jamil.

Menurutnya, Menteri Pertanian menaruh perhatian khusus untuk hilirisasi industri produk pertanian. Selain deregulasi aturan untuk mendorong iklim investasi yang dilakukan pemerintah, penyaluran pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga terus digencarkan.

“Saatnya kita melangkah lebih cepat, silahkan manfaatkan fasilitas ini. Harapannya dengan adanya hilirasi produk makin tinggi nilainya dan makin laris di pasar dunia, ” tutup Jamil. (m31)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2