Waspada
Waspada » Moralitas Bisnis Kendala Bangkitnya Ekonomi Masyarakat
Ekonomi

Moralitas Bisnis Kendala Bangkitnya Ekonomi Masyarakat

Dr. Baharuddin Aritonang (tengah depan) didampingi M.Iqbal Harahap (kiri) dan Halomoan saat memberikan penjelasan pentingnya menjaga moralitas bisnis pada diskusi publik di P.Sidimpuan, Minggu (8/3).Waspada/Mohot Lubis
Dr. Baharuddin Aritonang (tengah depan) didampingi M.Iqbal Harahap (kiri) dan Halomoan saat memberikan penjelasan pentingnya menjaga moralitas bisnis pada diskusi publik di P.Sidimpuan, Minggu (8/3).Waspada/Mohot Lubis

P.SIDIMPUAN (Waspada) : Mantan Anggota DPR-RI, Dr.Baharuddin Aritonang mengatakan tidak terjaganya moralitas bisnis berbagai usaha masyarakat menjadi kendala bangkitnya ekonomi masyarakat lokal

Demikian antara lain diungkapkan Dr. Baharuddin Aritonang pada diskusi publik Moralitas Bisnis  untuk masa depan generasi muda

P. Sidimpuan yang digelar Forum Komunikasi Pemuda Tabagsel di Cafe Mandailing Cofee, Jl.Mesjid Raya Baru, P.Sidimpuan, Minggu (8/3).

Dijelaskan, maslaah moralitas pelaku bisnis diberbagai daerah termasuk di P.Sidimpuan dan sekitarnya telah menjadi penomena dan momok yang merusak citra bisnis lokal sehingga menjadi salah satu kendala bangkitnya bisnis lokal.

Sebagai contoh, ujar Baharuddin, pedagang terkadang tidak jujur soal kualitas buah yang dijualnya sehingga konsumen kecewa.

‘Yang disuguhkan pada pembeli untuk dicoba diberikan yang manis, tapi yang dibungkus malah kebanyakan tidak manis,” ungkapnya.

Perilaku seperti itu, menunjukkan karakter tidak jujur dan dan tidak disiplin, padahal moralitas bisnis itu sesuatu yang harus dijunjung tinggi.”Kalau ingin bangkit, maka harus konsistensi, teransparan dan jujur,” tuturnya.

Terkait dengan tingginya tingkat atau angka pengangguran akibat sempitnya lapangan kerja yang tersedia, Baharuddin menegaskan

harus diatasi dengan kreatifitas generasi muda terutama yang tergabung di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Menurutnya banyak potensi yang dapat dikelola jika ada kemauan, seperti wisata kebun salak dan proses pengambilan

nira hingga pembuatan gula aren.”Bagi kita, hal itu biasa, tapi bagi wisatawan terutama manca negara itu sangat menarik,” paparnya.

Ketua Panitia Diskusi Publik, M.Iqbal Harahap mengatakan motivasi dan pencerahan yang diberikan Baharuddin Aritonang sangat penting untuk membuka cakrawala berpikir dalam generasi muda Tabagsel.(cml/B).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2