Waspada
Waspada » Mengembalikan Kejayaan Kopi Sidikalang Menjadi Hasrat Bupati Dairi
Ekonomi

Mengembalikan Kejayaan Kopi Sidikalang Menjadi Hasrat Bupati Dairi

BUPATI Dairi Eddy Keleng Ate Berutu (kiri) menanam bibit kopi sebagai mengawali progeram pertanaman Kopi di Dairi.Waspada/ist.
BUPATI Dairi Eddy Keleng Ate Berutu (kiri) menanam bibit kopi sebagai mengawali progeram pertanaman Kopi di Dairi.Waspada/ist.

SIDIKALANG (Waspada): Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Beruta bertekat akan mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang seperti di era tahun 70-an.

Hasrat itu selalu diungkapkan Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu disetiap Even dan acara kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Dairi terutama kegiatan yang dilakukan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian,Ketahanan Pangan dan Perikanan Lamhot Silalahi belum lama ini kepada Waspada menjelaskan secara rinci. Untuk mensukseskan dan pencapaian hasrat

Bupati Eddy Keleng Ate Berutu,Kabupaten Dairi yang memiliki luas 192.780 hektar yang 49% merupakan lahan pertanian. Dairi adalah daerah yang cukup potensi

untuk pengembangan budi daya tanaman kopi mengingat karakteristik alam yang berada  pada ketinggian  rata rata 700 hingga 1.250 meter dari permukaan laut.

Iklim  yang sangat mendukung  dan menjadikan  kualitas rasa kopi  dikenal masyarakat  secara luas baik didalam negeri maupun manca negara.

Pemerintah Kabupaten Dairi berkomitmen  akan menjadikan salah satu komoditi perkebunan unggulan Dairi.Saat ini punya peran

penting dalam kegiatan perekonomian nasional karena menjadi target komoditas ekspor penghasil devisa Negara.

Lebih jauh diterangkan Lamhot Silalahi,saat ini luas tanaman menghasilkan(TM) kopi Robusta seluas 3.648 hektar dengan produksi 2.735,75 ton/tahun atau rata rata produksi 749,96 kg/Ha/tahun.

Sedangkan luas tanaman menghasilkan(TM) kopi Arabika seluas 10.524 Hektar dengan produksi 10.871,22 Ton/tahun atau rata rata produksi 1.032,96 kg/Ha/ tahun.

Pemerintah Kabupaten Dairi melalui progeram ‘Agri Unggul’ dan diharapkan dukungan seluruh masyarakat dairi akan dapat mengembalikan

kejayaan kopi Sidikalang dengan upaya,pertma perluasan perjaan areal tanaman kopi dengan target 5000 Hektar

.Kedua penerapan sistim budi daya perkebunan kopi yang baik.Pengembangan teknologi dalam budi daya kopi,melaksanakan progeram penguatan

kelembagaan petani kopi, membangun kerja sama  dengan Koperasi kopi, meningkatkan penanganan mutu kopi dan pengembangan teknologi dalam industri pengelolaan kopi.

Ditambahkan Lamhot Silalahi, bahwa dibeberapa titik dikabupaten dairi telah dipasang terpasang berupa Soil and Weather

sensor ritx dimana alat  ini untu memantau kondisi tanah dan perkiraan cuaca setiap lima hari kedepannya.Alat ini dapat mendeteksi suhu,

kelembapan relatif udara, suhu udara, PH tanah,kecepatan dan arah angin serta curah hujan untuk menentukan perlakuan yang tepat pada lahan pertanaman kopi dan tanaman jenis lainya.(ckm/C).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2