MAGNETHO Dorong Ciptakan Dan Cinta Produk Anak Bangsa - Waspada

MAGNETHO Dorong Ciptakan Dan Cinta Produk Anak Bangsa

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Melalui zoom-meeting yang diikuti 36 anak bangsa dari berbagai provinsi di tanah air, Magnetho Indonesia,sebuah wadah dan platform pemikir dan pelaku usaha, menginisasi ikrar Sumpah Bangsa pada Kamis, 21 Oktober 2021.

Adapun isi dari ikrar “Sumpah Bangsa” tersebut adalah 1. Kami bangsa Indonesia, berjanji mencipta produk dan karya bangsa Indonesia. 2. Kami bangsa Indonesia, berjanji menggunakan produk dan karya bangsa Indonesia. 3. Kami bangsa Indonesia, berjanji mencintai dan bangga akan produk dan karya bangsa Indonesia.

.“Sumpah Bangsa ini menjadi tonggak sejarah baru di Indonesia dan akan menjadi gerakan #IkutSemangatBaru dalam Cipta-Guna-Bangga produk dan karya anak bangsa dengan tujuan untuk Indonesia yang Lebih Baik dan Berdaulat!,” kata inisiator terbentuknya MAGNETHO Indonesia, Muhammad Ferry Budiman Sumbayak, Jumat (22/10).

Menurut Ferry, kunci sukses dan sejahtera suatu negara adalah banyak muncul Entrepreneur. “Kita saat ini baru sekitar 1 persen dari total penduduk Indonesia. Idealnya harus10 persen, barulah rakyat negara itu bisa disebut maju dan sejahtera ,” sebut Ferry.

Dalam hal ini, imbuh Ferry, MAGNETHO Indonesia mendorong anak bangsa yang bergerak di bidang usaha menciptakan lebih banyak produk orisinal Indonesia, agar lambat laun masyarakat mencintai produk lokal yang benar-benar total menggunakan bahan baku dari dalam negeri, serta diproduksi anak bangsa yang 100 persen merah putih.

Agar produk ciptaan anak bangsa disenangi, Ferry menggarisbawahi perlu kemasan yang menarik, dengan memanfaatkan tren, suaya anak anak sekarang bisa menerima dan mencintainya.

“MAGNETHO MAGNETHO Indonesia adalah wadah chandradimuka khususnya bagi UMKM dan UKM. Disini kita berbagi pengetahuan, dilandasi semangat kebersamaan untuk sama-sama maju dan berdaulat sebagai bangsa,” tegas pengusaha event ini.

Ia mengatakan, semangat Sumpah Bangsa ini diinspirasi semangat Budi Utomo dan Sumpah Pemuda. “Kita prihatin anak sekarang banyak yang tidak tahu sejarah,” ujarnya.

Ia mengatakan, perlu ada semangat baru di kalangan entrepreneur untuk memiliki daya cipta, dan mendorong masyarakat mencintai produk nasional asli karya anak bangsa. (m18)

  • Bagikan