Waspada
Waspada » Kelompok Tani Keluhkan Bantuan Mesin Panen Padi Tak Layak Pakai
Ekonomi Headlines

Kelompok Tani Keluhkan Bantuan Mesin Panen Padi Tak Layak Pakai

Inilah mesin pemotong padi bantuan pemerintah yang dikelola kelompok tani Tepah Jaya, Kec Bendahara, Aceh Tamiang sudah mulai sering rusak. Waspada/Yusri
Inilah mesin pemotong padi bantuan pemerintah yang dikelola kelompok tani Tepah Jaya, Kec Bendahara, Aceh Tamiang sudah mulai sering rusak. Waspada/Yusri

ACEH TAMIANG (Waspada): Kelompok Tani Tepah Jaya, Kampung Matang Teupah, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang mengeluhkan bantuan mesin panen padi (combine)

yang dikelola kelompok tani tersebut dinilai kurang layak pakai. Pasalnya, baru setahun digunakan sudah mulai sering rusak ketika dioperasionalkan dilapangan.

“Kami sangat menyangkan kondisi ini, karena mobil pemotong padi yang kami terima melalui bantuan pemerintah tahun 2019 lalu mulai sering rusak,

padahal kenderaan itu tergolong masih baru,” ungkap Erwinsyah, Ketua Kelompok Tani Tepah Jaya kepada Waspada, Senin (9/3) di sela-sela kesibukkannya memperbaiki kendaraan pemotong padi dimaksud.

Mencermati dari kondisi yang dialaminya, Erwinsyah selaku pengelola mesin pemotong padi bantuan pemerintah tersebut merasa kecewa dan

meminta kedepannya dalam pengadaan mesin pemotong padi untuk petani harus benar-benar memiliki kualitas dan kuantitas.

Artinya, bantuan mesin pemotong padi yang disalurkan pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi dan pemerintah pusat jangan asal membeli, tetapi harus menelaah lebih

lanjut terhadap suatu merk kenderaan panen padi yang akan dibeli. “Selain daya tahan juga harus melihat tentang sparepartnya apakah mudah di dapati di pasar,” tegas Erwinsyah.

Menurutnya, hal ini sangat penting sehingga memudahkan kelompok tani yang mengelolanya jika terjadi kerusakan saat dioperasionalkan. “Jika mesin pemotong padi

yang kami kelola tidak sering rusak tentunya bisa membantu petani dengan harga yang terjangkau oleh petani,” tutur Erwinsyah.

Disebutkannya, mesin pemotong padi yang dikelola kelompok Tepah Jaya untuk biaya satu rante hanya berkisar Rp65 ribu. “Harga ini jelas sangat membantu petani

saat panen raya, karena dilapangan juga ada biaya yang mencapai Rp 100 ribu dan kita nilai sangat memberatkan petani,” ujar Erwinsyah.

Pada kesempatan itu, pihaknya mengharapkan kepada pemerintah daerah dan DPRK Aceh Tamiang agar bisa memberikan perhatian lebih untuk kemajuan pertanian

sawah di daerah ini. “Sebab itu, alat –alat pertanian yang disalurkan harus layak, kalau untuk mesin pemotong padi sebaiknya merk kubota atau yanmar yang kita nilai teruji daya tahannya,” pungkas Erwinsyah.(cri).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2