Kekosongan BBM Berlanjut, Puluhan SPBU Kehabisan Pertalite

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Kekosongan Bahan Bakar Minyak (BBM) terus berlanjut, puluhan SPBU di Medan mengalami kehabisan stok Pertalite, Sabtu (2/10/2021). Tidak hanya di Medan, belasan SPBU di Binjai dan Langkat juga kehabisan Pertalite.

Berdasarkan pantauan dan informasi yang Waspada terima di lapangan, Sabtu (2/10), ada sekitar 25 SPBU yang ada di Medan kekosongan BBM jenis Pertalite. Sedangkan di Binjai ada 5 SPBU dan Langkat ada sekitar 10 SPBU yang kosong.

Seperti di antaranya SPBU H. Anif mengalami kekosongan Pertalite. Menurut salah seorang petugas SPBU tersebut, BBM murah pengganti Premium tersebut habis sejak pukul 13.00 WIB dan belum tau masuknya lagi. “Pertalite habis pak. Yang ada Pertamax,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Maulana, salah seorang pengemudi mobil mengaku kecewa, karena Pertalite kosong dan terpaksa harus mengisi Pertamax. “Ya terpaksa harus mengisi Pertamax, karena Pertalite nggak ada,” ujarnya.

SPBU Perdamaian Stabat, Kabupaten Langkat kehabisan BBM Pertalite. Pihak SPBU memasang plank bertuliskan “Pertalite Dalam Perjalanan”, Sabtu (2/10).

Sementara itu di Langkat, SPBU Perdamaian Stabat juga mengalami kekosongan Pertalite. Ketika masuk di SPBU tersebut, tertulis di plank “Pertalite Dalam Pengiriman”. Begitu juga di SPBU Pasar Batu Stabat Jl. Medan-Tanjungpura Langkat juga kehabisan Pertalite. Pihak SPBU memasang tulisan di sebuah kertas kardus bertuliskan “Pertalite Habis”.

Akibat tidak ada Pertalite banyak masyarakat kecewa, karena tidak dapat mengisi BBM kendaraanya dan terpaksa putar balik mencari bensin ketengan. Bahkan ada yang terpaksa mengisi Pertamax.

“Kosong bang, nggak ada Pertalite. Terpaksa cari ke tempat lain lah bang, isi bensin ketengan,” ujar Amat, salah seorang warga Stabat.

Salah satu SPBU di Stabat tepatnya Jl. Medan – Tanjungpura, Pasar Batu Stabat mengalami kehabisan Pertalite, Sabtu (2/10).

Konsumsi Meningkat

Sebelumnya, Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Taufikurachman mengatakan, kekosongan BBM tersebut akibat adanya peningkatan konsumsi di Sumatera Utara pasca Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level tiga.

“Berdasarkan catatan kami, memang pasca PPKM level tiga, konsumsi BBM mengalami peningkatan,” ujarnya.

Selain itu, Taufikurachman mengatakan, dalam beberapa pekan terakhir, kondisi cuaca kurang bersahabat masih terjadi di wilayah perairan Sumatera. Hal tersebut juga menjadi tantangan tersendiri dalam pendistribusian BBM di wilayah Sumut.

Tetapi, Pertamina juga sudah melakukan beberapa antisipasi yakni menambah jam operasional Fuel Terminal Medan Group, serta memaksimalkan mobil tangki.

“Kita terus melakukan pengamanan dan pemantauan suplai dan distribusi BBM di Sumut. Jika diperlukan, kita juga akan menambah stok dan penyaluran BBM sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya. (m31)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *