Waspada
Waspada » KAMMI Geruduk Pertamina, Tuntut Batalkan Kenaikan BBM
Ekonomi

KAMMI Geruduk Pertamina, Tuntut Batalkan Kenaikan BBM

Massa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) PW Sumut melakukan aksi pembakaran ban bekas sebagai protes dan penolakan kenaikan harga BBM Non Subsidi dan menuntut Pertamina untuk membatalkan kenaikan harga BBM tersebut kembali semula.
Massa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) PW Sumut melakukan aksi pembakaran ban bekas sebagai protes dan penolakan kenaikan harga BBM Non Subsidi dan menuntut Pertamina untuk membatalkan kenaikan harga BBM tersebut kembali semula.

MEDAN (Waspada): Massa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) PW Sumut melakukan aksi penolakan kenaikan harga BBM Non Subsidi dan menuntut Pertamina untuk membatalkan kenaikan harga BBM tersebut kembali semula.

Aksi KAMMI yang berlangsung di depan Kantor PT Pertamina M0R I Regional Sumbagut sekitar pukul 15.00 WIB itu, massa menyampaikan orasi dan pernyataan sikap, disertai dengan membentang spanduk, dan membakar ban. Akibatnya, Jalan Putri Hijau depan kantor Pertamina tersebut sempat mengalami kemacetan.

Koordinator Aksi, Rozi Panjaitan dalam orasinya menuntut pihak Pertamina membatalkan kenaikan harga BBM Non Subsidi yang naik Rp200/liter kembali ke semula. Menurutnya, Rp200 sangat berarti bagi masyarakat kecil, apalagi yang saat ini mengalami kesulitan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19.

“200 sangat berarti bagi rakyat miskin. Kami mahasiswa yang orangtuanya petani, buruh, sangat merasakan dampaknya, dan kenaikan BBM 200 rupiah tersebut sangat berat bagi orangtua kami yang petani dan buruh. Kami datang ke sini meminta Pertamina membatalkan kenaikan harga BBM 200 rupiah tersebut,” ujarnya.

Massa yang berjumlah puluhan orang itu diterima langsung oleh Unit Manager Commrel & CSR PT Pertamina MOR I Sumbagut Taufikkurahman. Massa sempat melakukan dialog dan mempertanyakan perihal kenaikan harga BBM tersebut apakah disebabkan adanya Pergub Nomor 01/2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

Dalam dialog tersebut, Taufik menjelaskan, bahwa tidak ada kenaikan BBM Non Subsidi, yang ada yakni penyesuaian harga. Disebutkan, adanya beberapa indikator penyesuaian harga jual BBM Non subsidi salah satunya adanya Peraturan Gubernur Sumatera Utara (Pergubsu) Nomor 01/2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

Penyesuaian itu dengan adanya perubahan tarif PBBKB khusus bahan bakar Non Subsidi dari sebelumnya 5% disesuaikan menjadi 7,5% di wilayah Sumatera Utara. Sedangkan untuk tarif PBBKB Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) seperti Premium dan Jenis BBM Tertentu (JBT) seperti Bio Solar tidak mengalami perubahan.

“Mengacu pada perubahan tarif PBBKB yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, sesuai dengan surat edaran Seketaris Daerah Provinsi Sumut, per tanggal 01 April 2021, Pertamina melakukan penyesuaian harga khusus untuk BBM non subsidi di seluruh wilayah Sumut,” kata Taufik.

Massa kembali menanyakan, kalau memang kenaikan harga BBM sebesar 200 rupiah disebabkan adanya Pergub tersebut, apakah Pertamina bisa menyesuaikan kembali harga BBM seperti sebelum ada Pergub, jika Pergub itu dibatalkan.

Taufik mengatakan, pihaknya bisa menyesuaikan kembali jika Pergub itu dikembalikan ke seperti semula. “Bisa saja kita sesuaikan,” ujarnya.

Ketika, massa kembali mempertanyakan bahwa sebelumnya ada kesepakatan antara Pertamina dengan Pemprovsu yang membahas masalah kenaikan PBBKB dan Pertamina tidak akan menaikan harga BBM, Taufik menjawab, memang Pertamina tidak ada menaikan harga BBM, namun hanya menyesuaikan harga saja.

Atas jawaban tersebut, massa merasa tidak puas dan kecewa dengan jawaban Pertamina, dan mengancam akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa lebih besar lagi kemudian hari. Kemudian massa melakukan pembakaran ban bekas di tengah jalan di depan Kantor Pertamina, dan akhirnya membubarkan diri. (m31)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2