Waspada
Waspada » Jelang Ramadhan, Permintaan Daging Sapi Menurun
Ekonomi

Jelang Ramadhan, Permintaan Daging Sapi Menurun

Menjelang bulan puasa Ramadhan tahun ini, suasana lokasi penjualan daging sapi di Pasar MMTC Medan terlihat sepi, Rabu (22/4).
Menjelang bulan puasa Ramadhan tahun ini, suasana lokasi penjualan daging sapi di Pasar MMTC Medan terlihat sepi, Rabu (22/4).

MEDAN (Waspada): Dua hari menjelang bulan puasa Ramadhan 1441 H, harga daging sapi masih dijual normal Rp120.000 per kg. Namun demikian, permintaan daging sapi menjelang bulan puasa kali ini menurun.

Menjelang bulan puasa tahun ini, permintaan daging sapi untuk meugang jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan harga daging sapi masih sama Rp120.000 per kg.

Seperti dikatakan Wahyu, pedagang daging sapi di pasar Medan Metropolitan Trade Centre (MMTC) Jl. Willem Iskandar. Biasanya menjelang bulan puasa, permintaan daging sapi sangat tinggi. Namun sekarang ini sejak adanya virus corona, permintaan daging jauh menurun.

“Pembeli sepi. Beginilah kondisinya bisa dilihat sendiri. Sejak ada virus corona, pembeli pun satu satu yang datang,” ujar Wahyu, Rabu (22/4).

Tidak hanya permintaan daging sapi, permintaan daging ayam pun juga sepi. Bahkan harga daging ayam pun juga anjlok tidak seperti menjelang bulan puasa tahun sebelumnya yang mencapai Rp30.000 per kg. Kali ini, daging ayam ras dijual di kisaran harga Rp16.000 hingga Rp18.000 per kg.

Ketua Tim Pemantau Harga kebutuhan pangan di Sumut Gunawan Benjamin mengatakan, sepinya aktifitas masyarakat di pasar tradisional tidak terlepas dari anjuran social distancing oleh pemerintah. Hal ini mengakibatkan masyarakat lebih banyak untuk berdiam diri di rumah dengan mengurangi aktivitas di luar.

“Banyak pedagang yang mengeluhkan penurunan omzet penjualan mulai dari 40 persen hingga 60 persen, akibat sepinya masyarakat yang berbelanja di pasar. Bahkan, permintaan untuk daging sapi sudah turun sejak sebulan sebelumnya,” ujarnya.

Menjelang bulan puasa, lanjutnya, umumnya permintaan daging sapi relatif tinggi. Namun tahun ini berbeda, social distancing memaksa aktivitas masyarakat baik itu pesta maupun perkumpulan ditiadakan.

“Hal ini memicu terjadinya penurunan konsumsi daging sapi. Yang paling terasa adalah penurunan harga daging ayam yang terpaksa anjlok dan membuat harganya terpuruk di kisaran Rp16.000 – 18.000 per kg,” ujarnya.

Bawang Merah Naik

Sementara itu, kenaikan harga menjelang bulan puasa tahun ini terjadi pada bawang merah. Bawang merah dijual dengan harga mulai dari Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Sedangkan yang bertahan tinggi harga gula pasir di harga Rp18.000 per kg dan minyak goreng mencapai Rp11 ribu hingga Rp13 ribu per Kg.

Sedangkan untuk komoditas lainnya relatif stabil, seperti telur ayam, beras, maupun cabai. Untuk harga beras di kisaran Rp9.000 hingga Rp12 ribu per Kg. Telur ayam di kisaran Rp20.800 hingga Rp21.600 per Kg. Cabai rawit di kisaran Rp20 ribu, sementara cabai merah di kisaran Rp25 ribu per Kg.

Terkait kenaikan harga bawang merah, salah seorang pedagang K Silaen mengatakan, harga bawang mulai melonjak sejak satu minggu lalu akibat kurangnya pasokan. Sebelumnya harga bawang merah dibanderol Rp30.000 hingga Rp32.000. Sekarang naik menjadi Rp45.000 sampai Rp50.000 per Kg.

Dia mengatakan, sejak adanya virus corona, daya beli konsumen berkurang. Dalam seminggu, biasanya dia mampu menjual bawang merah sebanyak dua ton.

“Sejak adanya corona ini, bawang merah hanya laku terjual 400 kg. Ya ada Corona, turun pembeli,” ucapnya. (m41)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2