Waspada
Waspada » JD.ID Masuki Tahun Ke-5, Industri e-Commerce Berkembang Pesat
Ekonomi

JD.ID Masuki Tahun Ke-5, Industri e-Commerce Berkembang Pesat

JD.ID. JD.ID masuki tahun ke-5, industri e-commerce berkembang pesat. Ilustrasi
JD.ID. JD.ID masuki tahun ke-5, industri e-commerce berkembang pesat. Ilustrasi

JAKARTA (Waspada): JD.ID menjadi platform belanja populer di kalangan masyarakat Indonesia jelang ulang tahun ke-5 menggelar media briefing, diselenggarakan secara virtual, dengan tema “Continue to Make Joy Happen” Kamis (25/3). Disebutkan, tahun 2021, industri e-commerce (aktivitas jual beli yang dilakukan melalui media elektronik) telah berkembang pesat.

Media briefing memaparkan pandangan terkait perkembangan industri e-commerce di tahun 2021 serta bagaimana strategi JD.ID menghadapi transformasi digital.

Saat ini, efek pandemi telah mempercepat transformasi sektor ritel. Ke depannya, e-commerce akan memiliki potensi pertumbuhan yang besar sebagai platform transaksi daring, mengingat masyarakat masih memilih untuk berbelanja secara online daripada offline.

Dengan misi “Make Joy Happen’, JD.ID merupakan platform e-commerce yang menyediakan produk-produk otentik dengan harga bersaing.

Melalui slogan #DijaminOri, JD.ID bermaksud untuk membangun kepercayaan atas jaminan keaslian produk bagi para pelanggan di seluruh tanah air.

JD.ID menghargai dan selalu mengedepankan kepuasan para pelanggan.

“Kami melihat transisi aktivitas sehari-hari menjadi lebih digital, terutama dengan kebijakan #dirumahaja. Pandemi telah menyebabkan perubahan perilaku dan kebiasaan baru di masyarakat serta memberikan pelajaran berharga bagi perusahaan, termasuk JD.ID,” ujar Sandy Permadi, Chief Financial Officer JD.ID.

Ditambahkan, mengakui bahwa digitalisasi terus berkembang dalam perilaku sehari-hari, pihaknya terus berupaya melakukan strategi dan inovasi dalam menghadapi tantangan yang akan terjadi di masa mendatang,

Di sisi lain, katanya, juga secara berkelanjutan menyelenggarakan rangkaian kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat Indonesia, serta aktif berpartisipasi dalam gerakan pemerintah untuk membantu pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

“Saya yakin hal ini dapat dijadikan sebagai momentum bagi brand lokal untuk ikut serta menawarkan produk mereka, dengan kualitas terbaiknya,” ujar Sandy Permadi menambahkan.

Menyoroti kampanye #AdvancingIndonesia – di mana JD.ID aktif berkolaborasi dengan perusahaan induknya, JD.com, untuk mengembangkan banyak terobosan digital, JD.ID terus mencari peluang untuk meningkatkan potensi sektor ekonomi di tanah air.

JD.ID mencoba untuk mendorong pasar regional untuk menyediakan lebih banyak akses ke pengguna; membangun lebih banyak kehadiran gerai offline agar lebih dekat dengan para pelanggan, serta menciptakan kenyamanan dan “ketenangan pikiran” bagi para pelanggan saat berbelanja.

Pertahankan Brand

Tertekan oleh penyusutan ekonomi sejak tahun lalu, mendorong pasar lokal untuk tumbuh dengan sendirinya, membeli barang dan kebutuhan dari masyarakat, secara lokal.

Melihat prospek ini, JD.ID berupaya untuk mempertahankan brand atau UMKM lokal untuk mengembangkan kemampuan pemasaran mereka dengan menjual produk mereka di platform JD.ID, tentunya setelah melewati proses kurasi yang cermat.

Leo Haryono, Chief Marketing Officer JD.ID yang baru bergabung dengan JD.ID pada Februari 2021 dan menjadi narasumber pada media briefing hari ini, menyatakan, menyadari pandemi masih menjadi headline tahun ini, maka dari itu terus berusaha memaksimalkan pengalaman berbelanja para pelanggan, sehingga mereka dapat berbelanja dari rumah dengan nyaman dan bebas repot.

Berkaca pada tahun 2020, di mana JD.ID berhasil meraih prestasi positif dan mengalami banyak peningkatan yang sangat signifikan dari berbagai aspek penjualan – terutama pada saat program kampanye 10.10, 11.11, dan 12.12.

Tahun ini JD.ID akan terus mengembangkan kapabilitasnya dan berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik, terpercaya, dan andal bagi seluruh pelanggan, agar aktivitas belanja menjadi lebih mudah, aman, dan nyaman.

Industri e-commerce berkembang sangat pesat, termasuk di Indonesia, karena banyak pilihan marketplace sejenis, peningkatan kesadaran akan e-commerce, tumbuhnya literasi digital di tengah masyarakat Indonesia.

Serta adanya dukungan pemerintah terhadap UMKM agar berbisnis secara digital dengan modal yang rendah.

Dengan pesatnya pertumbuhan ini, tiap bisnis dan brand berlomba-lomba untuk meningkatkan online presence dan mendorong penjualan mereka dengan masuk ke berbagai platform penjualan online.

Untuk bisa bersaing dengan brand-brand lainnya, pebisnis harus bisa memahami tren dan perilaku pasar agar dapat membantu dalam pengelolaan bisnis, mengembangkan produk, serta memaksimalkan penjualan mereka.

“Namun, hal ini harus diimbangi dengan kepercayaan dan kenyamanan dalam pengalaman berbelanja yang diberikan oleh e-commerce kepada para pelanggan dan juga mitra penjual (seller). Adaptasi kebiasaan baru dengan berbagai perubahan perilaku masyarakat menuntut pelaku bisnis untuk terus memahami tren dan perilaku konsumen, baik sebelum maupun selama pandemi,” ujaar Danang Arradian, Ketua Forum Wartawan Teknologi. (m12)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2