Waspada
Waspada » Investor Dibutuhkan Jadi Motor Penggerak Ekonomi
Ekonomi

Investor Dibutuhkan Jadi Motor Penggerak Ekonomi

PAKAR Ekonomi Gunawan Benjamin. Investor dibutuhkan jadi motor penggerak ekonomi. Waspada/Ist
PAKAR Ekonomi Gunawan Benjamin. Investor dibutuhkan jadi motor penggerak ekonomi. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pakar Ekonomi Gunawan Benjamin (foto), mengatakan, saat ini kehadiran investor sangat dibutuhkan jadi motor penggerak roda ekonomi di Indonesia. Alasannya, APBN tak mampu penuhi semua kebutuhan pembangunan.

Demikian Gunawan Benjamin kepada Waspada, Senin, (22/1) di Medan menyikapi bertambahnya hutang pemerintah dan tergerusnya cita-cita Founding Father oleh bapak bangsa.

“Justru, saat sekarang ini kehadiran investor sangat dibutuhkan untuk jadi motor penggerak ekonomi” ucapnya.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah kita memang membutuhkan investor tersebut? Bukankah uang rupiah bisa dibuat atau dicetak sesuai dengan kebutuhan negara ini?

Memang, pertanyaan seperti itu kerap muncul di benak kita. “Kita kerap disuguhi pemikiran bagaimana mungkin sebuah negara membutuhkan investor dari luar untuk mendanai pembangunan.

Pada dasarnya, lanjut Benjamin, sebuah negara bisa saja tidak membutuhkan investor asing dalam melakukan pembangunan.

Namun ketidakmampuan sumber daya manusia (SDM) di sebuah negara dalam menciptakan apa yang menjadi kebutuhan masyarakatnya menjadi masalah di sisi lain.

Sebagi contoh lanjut Benjamin, kita membutuhkan agar semua masyarakat bisa teraliri listrik. Yang pada akhirnya membuat kita membangun jaringan listrik.

Namun, mesin pembangkit justru harus dibeli dari negara lain. Karena kita tidak mampu membuatnya.

“Nah untuk membeli mesin pembangkit tersebut dibutuhkan dana. Sayangnya, mesin pembangkit tersebut dijual dalam satuan mata uang asing katakanlah US dolar,” tambah Benjamin.

Jadi, seandainya kita berkeinginan untuk membeli mesin pembangkit, maka kita harus menyediakan terlebih dulu US Dolarnya.

Caranya, kita bisa jual sawit ke negara lain dalam mata uang US Dolar. Selanjutnya, US Dolarnya digunakan untuk membeli mesin pembangkit.

“Namun, bagaimana kalau US dolarnya tidak cukup? maka kita bisa berhutang ke negara lain, atau berhutang kepada investor yang punya uang US Dolar. Inilah situasinya,” ucap Benjamin.

Beginilah pada dasarnya mengapa kita membutuhkan banyak investor untuk pembangunan. Contoh lain, kita butuh pembangunan infrastruktur katakanlah jalan tol.

Untuk melaksanakan pembangunan tersebut, dirinya  saya orang Indonesia mampu membuatnya.

“Tetapi di saat kita melakukan pembuatan jalan, maka kita akan menemukan banyak alat berat seperti ekskavator, buldoser, atau mesin-mesin lain yang jelas-jelas memiliki merek dari negara luar,” terang Benjamin.

Jadi, kita butuh jalan tol, namun kita tidak mampu menyediakan semua bahan baku atau peralatan yang dibutuhkan dari dalam negeri.

Kebutuhan

Dengan demikian, munculah kebutuhan untuk mendatangkan investor yang siap memberikan pinjaman.

“Jadi, model pembangunan belakangan ini adalah dengan menyediakan investor yang bisa memberikan pembiayaan atau pinjaman,” ungkap Benjamin.

Dilanjutkan Benjamin, sudah sangat sedikit porsi asing yang menyediakan langsung semuanya seperti halnya saat Freeport di zaman dulu. Di mana semuanya asing (investor) yang menyediakan.

Sehingga kesimpulannya adalah, investor itu muncul saat kita tidak mampu memenuhi kebutuhan pembangunan secara mandiri mulai dari hulu hingga ke hilir.

Dan tentunya di banyak proyek yang lain masih ada banyak contoh bagaimana sebuah proyek itu tidak bisa dilakukan secara mandiri tanpa keharian investor lain didalamnya.

“Semakin kita tidak mampu memenuhi kebutuhan pembangunan, maka kita membutuhkan investor, dan sudah barang pasti kita membutuhkan lebih banyak hutang di situ,” pungkas Benjamin (clin)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2