Waspada
Waspada » Pekan Ini, IHSG Masih Berpotensi Menguat
Ekonomi

Pekan Ini, IHSG Masih Berpotensi Menguat

PAKAR ekonomi Gunawan Benjamin. Pekan Ini, IHSG masih berpotensi menguat. Waspada/Ist
PAKAR ekonomi Gunawan Benjamin. Pekan Ini, IHSG masih berpotensi menguat. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) di awal pekan ini masih berpotensi untuk menguat. Pasalnya, ada banyak sentimen potensi mendukung penguatan tersebut dan kalaupun menurun itu karena faktor teknikal.

Demikian pakar ekonomi Gunawan Benjamin (foto) kepada Waspada, Senin, (11/1) di Medan.

“Setidaknya data ekonomi yang akan dirilis selama sepekan ini tidak akan menjadi pemicu pelemahan kinerja pasar keuangan.

Semuanya terlihat baik-baik saja, sekalipun tetap ada yang perlu kita waspadai nantinya, jelas Benjamin menyikapi adanya kekuatiran terjadinya pasar keuangan yang bergejolak.

Potensi tekanan secara teknikal tersebut seperti pertama, kata Benjamin, kenaikan kinerja pasar keuangan khususnya bursa saham sebelumnya sangat berpeluang memicu terjadinya koreksi.

“Dan koreksi secara teknikal memang bukanlah sesuatu yang harus ditakutkan berlebihan,” terang Benjamin.

Kedua, menjelang pelantikan Joe Biden nantinya pelaku pasar juga akan was-was.

:Saya memperkirakan hari pertama di lantiknya Biden akan memberikan banyak pernyataan yang menjadi tolak ukur investor dalam menetapkan kebijakan investasinya.

Dan sebelum di lantik, kata Benjamin, pasar keuangan akan bergejolak. “Yang waspadai jika justru investor menilai bahwa kondisi ekonomi global tidak akan jauh berbeda saat Biden memimpin,” kata Benjamin.

Ketiga, lanjut Benjamin, penambahan jumlah kasus positif covid 19 bisa membuat investor membenarkan alasan tersebut untuk melakukan aksi profit taking.

Walaupun selama ini kita melihat bahwa memburuknya kasus pasien covid 19 ditambah dengan berita seputar vaksin tidak begitu berpengaruh.

Akan tetapi, justru disaat pasar keuangan sudah dalam posisi jenuh beli, sentimen buruk sekecil apapun akan sangat berpengaruh,jelas Benjamin.

Masih menurut Benjamin, meskipun pasar saham sepertinya akan baik-baik saja di pekan ini. Namun waspadai kemungkinan adanya aksi jual secara teknikal.

“Untuk mata uang rupiah, saya masih yakin kalau rupiah masih akan bergerqak di rentang 13.900 hingga 14.100 di pekan ini,”jelasnya.

Kabar Baik Bagi Pasar

Seperti kinerja pasar keuangan pagi ini, Senin, (11/1), kembali mencatatkan kinerja positif. Ada kabar baik yang akan diterima pasar.

Di antaranya adalah rencana bahwa Presiden Jokowi akan disuntik vaksin. Kabar tersebut bisa membuat kekuatiran pasar akan penambahan jumlah covid 19 memudar.

Karena memang di pekan ini tidak ada data-data ekonomi yang dikuatirkan memicu terjadinya koreksi,sebut Benjamin.

Semua data yang tersaji nantinya masih dalam rentang angka yang stabil bahkan cenderung membaik.

Pekan ini, menurut Benjamin, sentimen akan lebih banyak dimotori isu vaksin dan covid 19, atau sentimen spekulasi bagaimana pidato pertama Biden saat diangkat presiden nantinya.

“Kalaupun koreksi sifatnya teknikal saja,ujarnya.

Seperti pagi ini, kata dia, IHSG dibuka dan masih berpotensi menguat, yakni  0.33% di level 6.278,41.

Dan sejauh ini mata uang rupiah diperdagangkan stabil di kisaran level 14.020 per US Dolarnya.

“Untuk IHSG saya menilai tidak mudah untuk menembus level 6300 meskipun suatu hal yang bukan tidak mungkin terjadi nantinya.

Namun dengan penguatan IHSG yang sudah cukup jauh, pelaku pasar bisa saja melakukan aksi profit taking terlebih dahulu sembari menanti kabar terkait sikap AS dengan Presiden yang baru nantinya.

Asing Masuk

Sampai berita ini diturunkan, Kinerja IHSG pada perdagangan hari ini tidak mendapati tekanan berarti selama sesi perdagangan berlangsung.

Investor asing pun terpantau masuk ke pasar saham,kata Benjamin.

Dikatakan Benjamin, IHSG ditutup menguat 2% di level 6.382,94. Sementara mata uang rupiah ditututup di level 14.125. Kinerja mata uang rupiah melemah cukup dalam pada perdagangan hari ini.

“Kinerja IHSG sangat bertolak jauh dengan Rupiah. Padahal sentimen di pasar keuangan sejauh ini terpantau sepi,” ucap Benjamin.

Sementara di pasar saham asing membukukan pembelian bersih 2.5 trilyun. Hal ini yang membuat IHSG menguat tajam.

“Sejauh ini, kabar vaksinasi lebih baik dalam mempengaruhi pasar keuangan ketimbang sentimen penambahan jumlah kasus covid yang memburuk,” ujarnya. (clin)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2