Waspada
Waspada » HIPMI Investment Stock Padangsidimpuan: Pandemi Tak Menghalangi Untuk Berinvestasi
Ekonomi

HIPMI Investment Stock Padangsidimpuan: Pandemi Tak Menghalangi Untuk Berinvestasi

SALAH satu kegiatan HIPMI Padangsidimpuan saat pandemi bekerjasama dengan SP BPJS Ketenagakerjaan Padangsidimpuan saat menggelar Seminar Investasi bersama Kepala BEI Sumut M Pintor Nasution secara online melalui meeting zoom, pada Oktober 2020 lalu.
SALAH satu kegiatan HIPMI Padangsidimpuan saat pandemi bekerjasama dengan SP BPJS Ketenagakerjaan Padangsidimpuan saat menggelar Seminar Investasi bersama Kepala BEI Sumut M Pintor Nasution secara online melalui meeting zoom, pada Oktober 2020 lalu.

MEDAN (Waspada): Tahun 2020 menjadi tahun yang berat dan penuh tantangan bagi perekonomian global dan juga Indonesia akibat peristiwa luar biasa pandemi Covid-19. Ditambah tensi geopolitik yang terjadi pada tatanan global, turut menambah risiko ketidakpastian bagi dunia usaha serta pasar keuangan global maupun domestik.

Namun, bagi HIPMI Investment Stock Padangsidimpuan (sebuah komunitas investor pasar modal anak muda di bawah naungan HIPMI Padangsidimpuan), pandemi Covid-19 ini tidak menjadikan sebuah halangan untuk tetap berinvestasi.

Meskipun dengan cara dan kebiasaan baru di tengah pandemi, HIPMI Investment Stock Padangsidimpuan tetap rutin melakukan edukasi baik untuk meningkatkan literasi maupun inklusi kepada masyarakat khususnya anak-anak muda yang ingin belajar melakukan investasi dengan cara yang sehat dan benar secara online.

Hal ini sesuai dengan motto HIPMI Investment Stock Padangsidimpuan yang beralamat di Jl. Imam Bonjol No.40, Padangsidimpuan, Sumatera Utara, yakni “Investasi yang Sehat Cerdas dan Benar Untuk Masa Depan Lebih Baik”.

“Meski di tengah pandemi, kita tetap melakukan diskusi secara online, baik webinar maupun WA Group. Walau ada pandemi tidak menghalangi kita untuk terus optimis berinvestasi. Walau ada resesi ekonomi dan kita tetap optimis,” tegas Founder HIPMI Investment Stock Padangsidimpuan, Muhammad Iqbal Harahap, kepada Waspada, Sabtu (28/11/2020).

Muhammad Iqbal Harahap yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina HIPMI Padangsidimpuan ini menceritakan, komunitas yang saat ini memiliki anggota 110 investor terdiri dari pegawai swasta, PNS, dan mahasiswa, awalnya sering melakukan diskusi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumut tentang investasi di pasar modal.

“Di Padangsidimpuan banyak anak muda yang ingin mengetahui tentang dunia investasi. Waktu itu banyak yang ingin menambah kekayaan, tapi nggak tahu bagaimana caranya. Mau bisnis ritel kecil-kecilan tapi tak punya waktu mau berinvestasi yang bodong banyak. Makanya kita kenalkan investasi di pasar modal, ada saham, reksadana, obligasi, dan SUKUK. Inilah cara berinvestasi yang sehat dan benar,” ujarnya.

HIPMI Padangsidimpuan saat menggelar Forum Calon Investor dengan tema 'Cerdas Berinvestasi di Pasar Modal' yang menghadirkan Kepala BEI Sumut M Pintor Nasution, pada tahun 2019 sebelum adanya pandemi Covid-19.

Hindarkan Dari Investasi Bodong

Kehadiran HIPMI Investment Stock Padangsidimpuan yang berdiri sejak 2013 dan diresmikan pada 2016, berawal dari sebuah kepedulian dan keprihatinan Muhammad Iqbal Harahap akan banyaknya investasi bodong yang ada di daerah tersebut. Sehingga pada 2016, saat dia sebagai Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Padangsidimpuan, komunitas tersebut diresmikan di bawah naungan HIPMI Padangsidimpuan hingga sekarang.

Menurutnya, sebenarnya investasi bodong itu banyak, dan korbannya banyak sampai sekarang. Modusnya juga banyak, dari tahun 1998 ada investasi Pohon Jati, investasi emas, ada juga investasi di pasar keuangan yang mengiming-imingi kepastian. Kepastian nilai investasi, pakai member get member, dan endorse artis untuk menarik masyarakat.

“Untuk itu kita mengarahkan kepada anak-anak muda untuk melakukan investasi dengan cara yang cerdas, benar dan sehat. Salah satunya di pasar modal, bisa dengan membeli saham, reksadana atau obligasi,” ujarnya.

Dalam kegiatannya, HIPMI Investment Stock Padangsidimpuan melakukan kegiatan rutin, baik diskusi mingguan maupun diskusi tahunan, bahkan ada sekolah pasar modal bekerjasama dengan BEI Sumut.

“Kita selalu rutin melakukan diskusi rutin, baik mingguan maupun tahunan. Kemudian diskusi rutin lewat WA Group untuk update informasi. Tujuannya untuk terus mengedukasi kawan-kawan agar melek keuangan yang baik dan benar, serta terhindar dari investasi bodong yang sudah banyak memakan korban,” tegasnya.

Dia mengatakan, sebenarnya di pasar keuangan seperti di bank yang betul-betul diawasi, masih ada dana yang bisa hilang. Konon lagi yang tidak diatur, atau tidak ada otoritas yang mengatur seperti investasi bodong.

“Sedangkan yang sudah diatur, sudah diawasi dan sudah dibuat kebijakan, masih bisa lolos. Konon lagi yang tidak diatur. Makanya dalam diskusi kita, selalu memperkenalkan bagaimana pengelolaan risiko, pengenalan risiko itu menjadi penting. Makanya perlu ada komunitas yang benar untuk menceritakan dengan apa adanya. Tidak ada personal interest, tidak mau jualan, tidak ada iming-iming sesuatu. Bahkan kita free gratis,” tegasnya.

“Harapan kita akan semakin banyak anak-anak muda melek keuangan dan berinvestasi di pasar modal. Karena ini menjadi alternatif bagi masyarakat untuk berinvestasi agar terhindar dari investasi bodong,” pungkasnya.

Bantu Tingkatkan Literasi

Kehadiran HIPMI Investment Stock Padangsidimpuan ini ternyata mendapat respon positif dari Kepala BEI Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Pintor Nasution. Kehadiran komunitas ini sangat membantu BEI dalam mengedukasi masyarakat tentang pasar modal.

“Mereka sangat membantu BEI untuk menjelaskan tentang pasar modal ke masyarakat. Tidak hanya ke anggota-anggota mereka, tetapi juga ke keluarga mereka. Dan membantu kita sekali dalam meningkatkan literasi bahkan inklusi. Seperti membukakan akun investasi. Sehingga makin banyak investor di Padangsidimpuan,” tambahnya.

Pintor menyebutkan, hingga Oktober 2020, jumlah investor yang ada di Padangsidimpuan terus mengalami peningkatan dengan jumlah investor aktif sebanyak 798 SID.

Muhammad Pintor Nasution mengatakan, HIPMI Padangsidimpuan merupakan organisasi yang sangat fokus terhadap pasar modal dengan mendirikan komunitas HIPMI Investment Stock Padangsidimpuan.

“HIPMI yang foskus di pasar modal adalah yang di Padangsidimpuan, di luar itu fokus di investasi atau bisnis secara langsung. Mereka ini memang kebanyakan adalah yang sangat ingin tahu tentang pasar modal,” pungkasnya. (Sugiarto)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2