Waspada
Waspada » Ekspor Bunga Krisan Asal Karo Tembus Pasar Jepang
Ekonomi

Ekspor Bunga Krisan Asal Karo Tembus Pasar Jepang

Bunga krisan asal Karo, Sumatra Utara merambah pasar ekspor ke negeri Sakura, Jepang. Ekspor perdana dilepas Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan, Selasa (24/11).
Bunga krisan asal Karo, Sumatra Utara merambah pasar ekspor ke negeri Sakura, Jepang. Ekspor perdana dilepas Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan, Selasa (24/11).

BELAWAN (Waspada): Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan melepas ekspor perdana bunga krisan asal Karo, Sumatra Utara ke negeri Sakura, pada Selasa (24/11) kemarin.

Ekspor bunga krisan tersebut merupakan ekspor perdana yang dilalulintaskan melalui Karantina Pertanian Belawan dengan total mencapai 25.000 potong.

“Kami mengapresiasi para petani dan eksportir bunga krisan asal Karo, Sumut yang telah mampu menembus pasar ekspor baru. Biasanya Timor Leste yang banyak impor bunga tersebut dari Denpasar dan Kupang. Sekarang bunga krisan asal Sumut dobrak pasar Jepang, ” ujar Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil, dalam siaran persnya, Kamis (26/11).

Menurut Jamil, secara nasional berdasarkan data otomasi sistem IQFAST Barantan ekspor bunga krisan di tahun 2018 mencapai 39.175 potong dan tahun 2019 meningkat menjadi 43.569 potong.

Sementara di tahun 2020 hingga November meski terjadi penurunan dibanding tahun sebelumnya tapi kita telah membuka pasar baru di Jepang.

“Saya yakin ini akan menjadi peluang yang sangat bagus untuk meningkatkan kembali kuantitas ekspor bunga dari Indonesia,” tambah Jamil.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Kepala Karantina Pertanian Belawan, Hasrul mengatakan, pihaknya siap untuk mengawal petani dan eksportir bunga krisan di Sumatera Utara dalam memenuhi persyaratan kesepakatan sanitary and phytosanitary di perdagangan internasional.

Hal ini sejalan dengan tugas strategis yang diberikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL – red) sebagai upaya peningkatan ekspor melalui program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian atau Gratieks dalam kurun waktu hingga 2024.

Ini sesuatu yang mengembirakan, jelas Hasrul, karena pertanian tidak hanya tumbuh secara masif untuk kepentingan ketahanan pangan. Tetapi dengan ekspor komoditas pertanian dapat meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.

“Kami siap dampingi petani dan eksportir bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tengah Pandemi saat ini,” ujarnya.

“Terbukanya pasar Jepang bagi bunga asal Karo menjadi prospek baru untuk kemajuan pertumbuhan ekonomi masyarakat kita. Karena dari hobi menanam bunga dapat menambah ekonomi keluarga,” tutup Hasrul. (m31)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2