Waspada
Waspada » Dukung Program PEN, Bank Mandiri Salurkan Rp1,66 T Untuk UMKM
Ekonomi

Dukung Program PEN, Bank Mandiri Salurkan Rp1,66 T Untuk UMKM

Regional CEO Bank Mandiri Region I/Sumatera 1 Wono Budi Tjahyono dan jajarannya foto bersama usai penandatanganan dan penyerahan kredit PEN kepada debitur segmen Mikro dan UKM, di Medan, Rabu (22/7).
Regional CEO Bank Mandiri Region I/Sumatera 1 Wono Budi Tjahyono dan jajarannya foto bersama usai penandatanganan dan penyerahan kredit PEN kepada debitur segmen Mikro dan UKM, di Medan, Rabu (22/7).

MEDAN (Waspada): Bank Mandiri berkomitmen untuk mengoptimalkan dana penempatan pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari dampak pandemi Covid-19. Khusus Bank Mandiri Region I/Sumatera 1 menargetkan akan menyalurkan Rp1,66 triliun kepada UMKM.

Untuk itu, Bank Mandiri telah menyiapkan rencana penyaluran kredit (pipeline) secara sektoral dengan fokus pada usaha-usaha yang mendukung penyerapan tenaga kerja dan ketahanan pangan.

Berdasarkan PMK 70/2020, pemerintah menempatkan uang negara di bank-bank Himbara untuk disalurkan sebagai kredit produktif. Khususnya kepada segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dengan target penyaluran hingga tiga kali lipat.

“Adapun penempatan dana tersebut di Bank Mandiri adalah sebesar Rp10 triliun, dengan rencana alokasi penyaluran bisa mencapai Rp20 triliun untuk segmen UMKM dan Rp10 triliun pada segmen wholesale. Khusus Bank Mandiri Region I / Sumatera 1, hingga akhir tahun ini bisa menyalurkan sebanyak Rp900 miliar hingga Rp1 triliun,” sebut Regional CEO Bank Mandiri Region I/Sumatera 1 Wono Budi Tjahyono, saat seremoni penyerahan kredit PEN kepada debitur segmen Mikro dan UKM, di Medan, Rabu (22/7).

Dia menyebutkan, pihaknya akan menggandeng berbagai komponen masyarakat, termasuk nasabah eksisting, serta memanfaatkan seluruh sumber daya di Bank Mandiri untuk memastikan bahwa dana PEN ini dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran.

“Kami akan mengoptimalkan seluruh jaringan mikro dan UKM kami di lapangan untuk menyalurkan Dana PEN tersebut kepada debitur. Tentunya yang memang layak dan memiliki usaha yang potensial. Sehingga dapat menggerakkan seluruh sektor usaha agar dampak pandemi Covid-19 tidak berlarut-larut dan ekonomi domestik segera bangkit,” kata Wono.

Berdasarkan pipeline tersebut, sambung Wono, penyaluran kredit khusus segmen UMKM akan diarahkan ke sektor-sektor produktif antara lain pertanian, perkebunan, jasa & perdagangan, industri pengolahan, pariwisata serta sektor lain yang memberikan dampak pada ketahanan pangan.

Lebih lanjut dijelaskan, pada segmen wholesale, fokus penyaluran kredit PEN diarahkan antara lain pada sektor perkebunan, pertambangan & energi, FMCG, kontraktor, BUMN Pupuk, transportasi serta logistik.

Adapun Kredit PEN yang telah disalurkan oleh Bank Mandiri Region I sampai dengan pertengahan Juli 2020 sebanyak 1.082 Debitur dengan nominal penyaluran Rp219,04 miliar kepada debitur segmen Mikro dan UKM. Ditargetkan Mandiri Region I /Sumatera 1 akan menyalurkan sebanyak Rp1,66 triliun.

Manfaatkan Teknologi

“Untuk mempercepat proses penyaluran dan implementasi protokol kesehatan dalam bisnis di era New Normal, kami juga telah memanfaatkan dukungan Teknologi Informasi (TI) dalam proses bisnis. Seperti penggunaan video call untuk membantu proses verifikasi permohonan kredit segmen wholesale dan UKM. Selain itu, kami juga memanfaatkan aplikasi Mandiri Pintar untuk memangkas proses administrasi dalam pengajuan kredit mikro produktif agar persetujuan bisa diperoleh dalam 15 menit,” katanya.

Sebagai bentuk mitigasi dalam penyaluran kredit PEN ini, Bank Mandiri juga telah bekerjasama dengan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) untuk memberikan penjaminan atas kredit modal kerja yang disalurkan kepada pelaku UMKM.

“Di samping optimalisasi dana PEN ini, kami juga telah aktif melakukan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Hingga akhir Juni 2020, Bank Mandiri Region I telah menyetujui restrukturisasi kredit kepada lebih dari 19.591 debitur retail dan wholesale dengan nilai oustanding lebih dari Rp13,2 triliun,” kata Wono Budi Tjahyono. (m31)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2