DPRD Sumut Minta Gubsu Perkuat Ketahanan Pangan
banner 325x300

DPRD Sumut Minta Gubsu Perkuat Ketahanan Pangan

  • Bagikan
ANGGOTA DPRD Sumut Parlaungan Simanungsong. DPRD Sumut minta Gubsu bergerak cepat hadapi resesi ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Waspada/Partono Budy
ANGGOTA DPRD Sumut Parlaungan Simanungsong. DPRD Sumut minta Gubsu bergerak cepat hadapi resesi ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Parlaungan Simanungsong (foto) minta Gubsu bergerak cepat hadapi resesi ekonomi di tengah pandemi Covid-19 dengan perkuat ketahanan pangan.

DPRD Sumut minta Gubsu perkuat ketahanan pangan, agar rakyat tak khawatir berlebihan di tengah pandemi ini.

Politisi Demokrat ini kepada wartawan, Sabtu (3/10) merespon Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut Indonesia diramalkan bakal masuk ke zona resesi, setelah kuartal III, ekonomi RI berada di kisaran minus 2,9 persen hingga 1 persen, atau berada di zona negatif (negative territory).

Artinya, perekonomian Nasional terkontraksi dua kuartal berturut-turut setelah pada kuartal II terkontraksi 5,32%.
Adapun sepanjang tahun atau full year, perekonomian juga diprediksi akan tetap minus 1,7% hingga minus 0,6%.

Hal ini lantaran kontraksi akibat pandemi Covid-19 yang masih akan berlanjut di semester II tahun ini.

Merespon ini, anggota DPRD Sumut Parlaugan Simanungsong dengan tegas memimpin Gubsu Edy Rachmayadi mengambil langkah cepat dan strategis, dengan fokus menjaga dan memperkuat ketahanan pangan, terutama di sektor pertanian.

“Implementasinya adala melakukan kebijakan percepatan tanam di berbagai daerah yang selama ini menjadi lumbung pangan, khususnya komoditas beras dan jagung,” ujar Sekretaris Komisi D DPRD Sumut ini.

Bantuan

Selain itu, katanya, Pemprovsu juga sebaiknya memberikan bantuan sarana dan prasarana guna mendorong perluasan penanaman sejumlah komoditi pertanian yang belum terpenuhi kebutuhannya.

Seperti cabai merah, bawang merah dan bawang putih.

“Di samping itu, Pemprovsu juga perlu mendorong peningkatan produksi komoditas unggulan ekspor berupa produk hortikultura, produk kelautan dan perikanan. Jika tidak ada upaya strategis Pemprovsu menghadapi krisis ini, dikuatirkan masyarakat bisa terancam kelaparan menghadapi krisis ini,” tegasnya.

Berkaitan dengan itu, Ketua Asosiasi Kontraktor dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Sumut ini berharap kepada Gubernur Sumut untuk melakukan gerak cepat dengan merealisasikan kekuatan ketahanan pangan dimaksud.

Ini dimaksudkan agar masyarakat di daerah ini tidak terlalu khawatir menghadapi krisis ataupun resesi ekonomi yang telah diperingatkan pemerintah pusat.

“Fokuslah pada pemulihan dan penguatan ekonomi dengan memperhatikan sektor-sektor pertanian, perikanan, peternakan dan Koperasi UMKM. Program ini harus diprioritaskan jadi bagian stimulus ekonomi dan diarahkan kepada upaya pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha dalam mengatasi munculnya resesi ekonomi,” tandas Parlaungan.(cpb)

  • Bagikan