Dorong Ekspor UMKM Daerah, BNI Lanjutkan Regional Trade Talk Series

  • Bagikan
Direktur Treasury dan Internasional BNI Henry Panjaitan bersama para panelis dalam acara Regional Trade Talk Series - Wilayah Medan, Selasa (24/5/2022). Webinar BNI diharapkan menjadi salah satu promotor agar para pelaku usaha khususnya yang berorientasi ekspor untuk dapat menambah pemahaman dan mengaktualisasikan diri dalam memasarkan produk ke pasar global.
Direktur Treasury dan Internasional BNI Henry Panjaitan bersama para panelis dalam acara Regional Trade Talk Series - Wilayah Medan, Selasa (24/5/2022). Webinar BNI diharapkan menjadi salah satu promotor agar para pelaku usaha khususnya yang berorientasi ekspor untuk dapat menambah pemahaman dan mengaktualisasikan diri dalam memasarkan produk ke pasar global.

MEDAN (Waspada): Pertumbuhan ekonomi dunia menunjukkan tren yang semakin positif setelah pandemi Covid-19 dunia mereda. Hal ini pun mendorong PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) semakin gencar memperkuat bisnis dengan global capabilities melalui ekspansi kemitraan dengan eksportir maupun importir secara berkelanjutan.

BNI pun kembali menyelenggarakan webinar untuk membangun optimisme para pelaku usaha dalam negeri agar kembali bangkit melalui  acara Regional Trade Talk Series – Wilayah Medan dengan mengusung tema “Tips & Tricks Memperluas Pasar Global Pasca Pandemi”.

Acara ini dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang diwakili  oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan SDA Agus Tripiyono bersama Direktur Treasury dan Internasional BNI Henry Panjaitan pada 24 Mei 2022, bertempat di Ballroom Hotel JW Marriot Medan.

Hadir para pembicara seperti Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara Parjiya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara Aspan Sofian, dan Senior Advisor ICC Indonesia Haryadi Sarpini yang akan memaparkan beragam kiat bagi pelaku usaha dalam upaya pemulihan bisnis pasca pandemi dan memperluas pasar hingga mancanegara.

“Dengan inisiasi BNI mengadakan webinar ini agar para pelaku usaha khususnya yang berorientasi ekspor, dapat menambah pemahaman dan mengaktualisasikan diri dalam memasarkan produk ke pasar global. Prosentase transaksi Ekspor dan Impor melalui BNI pada kuartal satu secara YoY mencatat angka yang sangat baik dengan peningkatan sebesar 34,14%  dan 22,89%,” ungkap Henry.

Acara Regional Trade Talk Series merupakan webinar yang diselenggarakan secara hybrid dan online, dengan menghadirkan para narasumber dari asosiasi dan dinas setempat, sektor pendukung ekspor dan bea cukai di dalam negeri.

Adapun, acara Diaspora Trade Talk Series merupakan webinar internasional yang diselenggarakan secara online/virtual yang membahas isu-isu seputar trade, komoditi yang diperlukan (import), pembiayaan untuk diaspora/importir di negara setempat serta sesi business matching, dengan menghadirkan narasumber dari Diaspora, eksportir, importir, asosiasi trade dan KBRI di masing-masing negara.

“Penyelenggaraan event BNI Regional Trade Talk Series merupakan rangkaian pre-event menjelang dihelatnya event BNI Global Trade Forum (GTF) 2022 yang akan diselenggarakan pertengahan tahun ini. Selain untuk skala regional, yang pada Maret lalu dilaksanakan di kota Semarang, kami juga menyelenggarakan webinar berskala internasional yang kami namakan Diaspora Trade Talk Series. Dan beberapa bulan lalu telah dilaksanakan di Hong Kong dan Tokyo, Jepang,” tambah Henry.

Event Regional Trade Talk Series maupun Diaspora Trade Talk Series akan diselenggarakan bergantian setiap bulan, dalam negeri dan luar negeri. Saat ini Kota Medan, lanjut di kota-kota berikutnya yaitu Bandung, Batam, dan Surabaya. Sedangkan untuk skala internasional akan diselenggarakan di Amsterdam dan Sydney.

Henry menuturkan, BNI belum lama ini meresmikan kantor di Amsterdam, Belanda pada 17 Mei 2022 lalu. BNI terus melakukan ekspansi dan melakukan optimalisasi kinerja global banking yang salah satunya dengan memperluas jaringan ke Amsterdam guna menangkap potensi bisnis di wilayah Eropa pasca Brexit.

Volume transaksi perdagangan/trade (ekspor-impor) Belanda dengan Indonesia cukup besar, termasuk aliran Foreign Direct Investment (FDI) ke Indonesia dan juga potensi Indonesia-related business serta group perusahaan Indonesia.

“Selain itu, kami melihat besarnya populasi diaspora Indonesia di Belanda sehingga dapat membantu berbagai aktifitas bisnis baik korporasi UMKM maupun berbagai bisnis transaksi global ritel ke depannya, hal ini didukung dengan peningkatan transaksi Ekspor ke Belanda melalui BNI sebesar 239.96% pada kuartal satu 2022 secara YoY,” lanjut Henry.

BNI berharap, dapat menjadi mitra utama bagi para pihak di ekosistem ekspor – impor maupun regulator. Khususnya penyediaan solusi keuangan dan pembiayaan termasuk menjadi penghubung dalam business match making antara eksportir Indonesia khususnya UMKM dengan Diaspora Indonesia maupun potential business di overseas.

Keberadaan BNI di luar negeri antara lain memberi layanan bagi Diaspora. Saat ini Diaspora dapat membuka rekening tabungan Diaspora atau Diaspora Saving tanpa perlu mendatangi cabang BNI, namun melalui platform Mobile Banking BNI. 

BNI di luar negeri pun menyediakan layanan transaksi trade finance, bank guarantee dan lainnya. Bagi Diaspora yang ingin mengembangkan usaha, BNI juga menyediakan skema pembiayaan melalui Diaspora Lending.

“Upaya ekspansi ini tidak terlepas dari kolaborasi dengan counterpart di luar negeri berbasis digital, fintech, e-commerce, platform transaksi seperti blokchain dan lain-lain. Kerjasama ini diharapkan bisa menjangkau lebih banyak lagi Diaspora dengan mudah, efisien dan cost effective,” imbuhnya. (m31)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.