Waspada
Waspada » Digitalisasi Dan Kolaborasi Bangkitkan UMKM
Ekonomi

Digitalisasi Dan Kolaborasi Bangkitkan UMKM

CHIEF Evangelist Indonesia Start Up Academy Founder SCHLR Ikhsan Jauhari. Digitalisasi dan kolaborasi diharapkan dapat bangkitkan UMKM. Waspada/Ist
CHIEF Evangelist Indonesia Start Up Academy Founder SCHLR Ikhsan Jauhari. Digitalisasi dan kolaborasi diharapkan dapat bangkitkan UMKM. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Memasuki industri 4.0 peran digitalisasi merupakan pendukung utama untuk membangkitkan hasil berbagai produk bagi pelaku usaha yang mengelola Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Digitalisasi dan juga kolaborasi diharapkan dapat bangkitkan UMKM.

Digitalisasi dan kolaborasi sangat dibutuhkan bangkitkan UMKM di masa pandemi dalam mengembangkan produk.

Selain digitalisasi, yang harus dibangun adalah sistim kolaborasi antara pemerintah, sesama pelaku usaha UMKM dan juga pihak ketiga sebagai pendamping untuk mengembangkan usaha UMKM di Sumut.

Demikian Chief Evangelist Indonesia Start Up Academy Founder SCHLR Ikhsan Jauhari (foto) mengatakan hal  itu kepada Waspada, Minggu, (25/10) di Medan.

Digitalisasi untuk saat ini sangat dibutuhkan UMKM, tidak saja di masa pandemi, tapi juga untuk ke depannya dalam mengembangkan produk dan mengelola bisnis dari pelaku UMKM sendiri.

Dari kajian Ikhsan yang juga memberikan pendampingan digital diberbagai lembaga ekonomi dan UMKM, pelaku UMKM di Sumatera Utara masih sangat minim dalam memanfaatkan digitalisasi,ungkap Ikhsan.

Karena itu lanjutnya, pemerintah Sumatera Utara dan Pemkab di daerah harus memberikan edukasi digitalisasi kepada UMKM agar mereka melek terhadap pemanfaatan digitalisasi.

Saat ini, kata Ikhsan, hanya kaum milineal saja yang sudah memanfaatkan digital yakni hanya berkisar 15 persen saja. Itupun kebanyakan dari mereka adalah kaum pemula dalam mengelola bisnis UMKM yang kebanyakan dibidang kuliner.

Selebihnya, banyak UMKM di Sumut yang belum bisa memanfaatkan digital. Karena itu, pemerintah Sumatera Utara dan juga Pemkab harus membantu dalam memberikan pelatihan digitalisasi ini.|

Caranya lewat pelatihan atau training yang juga untuk mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

“Seperti menggunakan berbagai fasilitas dan akun atau aflikasi seperti Facebook, WA, Instagram dan akun lainnya ini juga memudahkan pelaku UMKM untuk mempromosikan dan mengembangkan produksinya,” paparnya.

Dikatakan ikhsan, selain digitalisasi, pemerintah juga harus mampu menciptakan kolaborasi dengan berbagai pelaku usaha sesama UMKM.

Yakni dengan edukasi menciptakan sinergitas dalam mengembangkan untuk menciptakan produk turunan dari berbagai produk yang dihasilkan para UMKM guna mengembangkan usaha mereka. Sehingga tercipta saling membatu dan iklim yang sehat sesama pelaku bisnis UMKM ini,ucapnya.

Website Desa

Menurut Ikhsan, untuk membantu dalam menjual produk yang dimiliki kecamatan atau desa, maka setiap desa atau kecamatan harus memiliki website.

Melalui website desa atau kecamatan tersebut masing-masing daerah bisa mempromosikan potensi dan keunggulan daerahnya masing-masing.

Sehingga, bila ada keinginan seseorang untuk berinvestasi di daerah itu dapat terakses dengan mudah sesuai dengan bisnis yang ingin dibangunnya. Karena di Sumut juga masih minim menggunakan Website untuk mengembangkan produk mereka,ucap Ikhsan.

Dari kajian Ihsan di lapangan, untuk kolaborasi pemerintah dalam memberikan edukasi digitalisasi masih minim. “Kolaborasi ini harus dibangun,” ujarnya.

Dikatakannya, sumber daya alam (SDA) di Sumut sangat berpotensi besar untuk dikembangkan oleh UMKM. Begitu juga dengan potensi wisatanya. Dia mencontohkan, Danau Toba salah satu potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

“Tentunya, peran UMKM untuk pengelolaan melalui potensi wisata ini dapat berkembang. Yakni dengan menciptakan acara-acara menarik dikawasan itu. Dengan demikian UMKM di bidang pariwisata dapat bergeliat kembali.

Meski saat ini masih pandemi, namun harus dimulai lagi menciptakan kreasi-kreasi untuk bangkitkan UMKM dibidang pariwisatanya. Begitupun dengan daerah lainnya dapat menjual potensi daerah masing-masing lewat UMKM-nya.

“Saat ini masyarakat harus bisa memanfaatkan kemudahan yang diberikan pemerintah untuk membangun UMKM. Halnya pemerintah Sumatera Utara telah menyiapkan 2.4 juta UMKM untuk mengelola UMKM yang juga sebagai program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Ini adalah satu kesempatan untuk melakukan usaha di bidang ini,” ujar Ikhsan.

Karena itu penting adanya kolaborasi baik pemerintah, pelaku UMKM dan juga pendamping dalam membantu dan memberikan kemudahan dengan berbagai informasi untuk membangun UMKM tersebut,  pungkas Ikhsan. (clin)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2