Waspada
Waspada » Di Tengah Pandemi Rumah Tipe 36 Dan Tipe 45 Terus Diburu Konsumen 
Ekonomi Nusantara

Di Tengah Pandemi Rumah Tipe 36 Dan Tipe 45 Terus Diburu Konsumen 

 

JAKARTA (Waspada): Di tengah masa pandemi Covid-19 ketersediaan rumah tipe 36 dan tipe 45 terus diburu konsumen. Sesuai hukum pasar, maka harga rumah kedua tipe tersebut mengalami kenaikan untuk tipe 36 naik 4,5% dan tipe 45 naik 2,5%.

“Ini bisa dilihat dari portal website kami yang dikunjungi 3,8 juta konsumen sepanjang 9 bulan ini. Masyarakat sadar, rumah adalah kebutuhan pokok terlebih lagi di masa pandemi dimana orang harus bekerja dari rumah,” kata Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansyuri di sela pembukaan KPR BTN Expo di Jakarta, kemarin sore.

Adapun, virtual expo ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang sukses digelar oleh Bank BTN pada Agustus lalu. Dalam ajang tersebut, terpantau lebih dari 2 juta orang berselancar di situs ipex.btnproperti.co.id untuk membeli hunian idaman.

Pahala mengatakan, di tengah tekanan pandemi ternyata sektor  perumahan mencatatkan pertumbuhan mencapai 2% pada triwulan III/2020. Sehingga tahun 2021 diproyeksikan pertumbuhan  sektor perumahan bakal menjadi andalan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang diprediksi mencapai 5%.

“Peluang sektor properti untuk tumbuh masih besar di tengah angka backlog yang tinggi. Melalui virtual expo ini, kami memberikan kemudahan akses bagi masyarakat berpenghasilan tetap dan tidak tetap untuk memiliki rumah secara online dengan bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah) murah,” jelas Pahala.

Dalam pameran yang digelar sebagai rangkaian  Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 KPR Bank BTN, Perseroan  menggandeng sekitar 75 pengembang dengan menyediakan 125 proyek perumahan. Masyarakat bisa berkunjung secara virtual melalui portal www.btnproperti.co.id.

“Untuk masyarakat fixed income, Bank BTN menawarkan bunga sebesar 4,4% fixed selama 1 tahun. Kemudian, untuk masyarakat non-fixed income, bunga yang ditawarkan yakni sebesear 7,44% fixed 1 tahun.  Selain itu, Bank BTN juga memberikan promosi berupa bebas biaya admin, provisi, dan appraisal,” terang Pahala.

Promosi lainnya yang juga dapat dinikmati masyarakat adalah diskon asuransi jiwa hingga 15% dan top up tabungan hingga Rp440 ribu. “Berbagai kemudahan tersebut bisa dinikmati masyarakat Indonesia mulai 14 Desember 2020 hingga 14 Januari 2021,” tutur Pahala.

Sangat Berperan

Sementara itu, Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Andin Hadiyanto  mengatakan, sektor properti/perumahan sangat berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi karena memiliki multi player efek ke 127 industri turunan.

“Pemerintah meyakini sektor ini sangat strategis. Oleh karenanya, sektor ini juga menjadi perhatian dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tapi dibutuhkan  intervensi langsung dari Pemerintah untuk penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” dalam sambutannya di HUT Ke-44 KPR BTN.

Menurutnya, intervensi yang dilakukan Pemerintah mencakup sejumlah aspek di antaranya mendorong supply side atau ketersediaan dengan mengusahakan ketersediaan rumah, meningkatkan akses pembiayaan, harga rumah yang terjangkau dan program berkelanjutan.

Ia merinci, pada tahun 2020 pemerintah telah memberikan dukungan fiskal berupa dana bergulir Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Rp9 triliun, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) Rp 600 miliar dan Subsidi Selisih Bunga (SSB) Rp3,87 triliun.

Sedangkan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk BUMN pembiayaan sekunder perumahan yakni PT SMF (Persero) Rp 1,75 triliun, PEN (dana Pemulihan Ekonomi Nasional) Perumahan Rp 1,3 triliun dan DAKF Rp1,42 triliun.

Kemudian, pada tahun 2021, alokasi tersebut akan bertambah, yakni dana bergulir FLPP menjadi Rp 16,62 triliun, SBUM menjadi Rp 630 miliar dan SSB menjadi Rp 5,97 triliun. Sedangkan PMN untuk SMF menjadi Rp 2,25 triliun dan Dana Alokasi Khusus Fisik (DAKF) menjadi Rp 1 triliun

“Dukungan Pemerintah dari tahun ke tahun terus meningkat nilainya. Kita berharap bisa di akselerasi oleh  sektor properti/perumahan dengan baik. Perbankan khususnya dapat memaksimalkan perannya menjadi penyalur dana pemerintah, baik anggaran subsidi maupun Dana PEN yang sudah dialirkan sejak Juni lalu,” urai Andin. (J03)

Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansyuri

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2