Waspada
Waspada » Sepekan Ke Depan, Covid 19 Akan Terus Warnai Pasar Keuangan  
Ekonomi

Sepekan Ke Depan, Covid 19 Akan Terus Warnai Pasar Keuangan  

PAKAR ekonomi Gunawan Benjamin. Data penambahan jumlah pasien Covid 19 dan seputar masalah ekonomi karena pandemi masih akan terus warnai kinerja pasar keuangan nantinya. Waspada/Ist
PAKAR ekonomi Gunawan Benjamin. Data penambahan jumlah pasien Covid 19 dan seputar masalah ekonomi karena pandemi masih akan terus warnai kinerja pasar keuangan nantinya. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Data penambahan jumlah pasien Covid 19 dan seputar masalah ekonomi karena pandemi masih akan terus warnai kinerja pasar keuangan nantinya.

Artinya, kinerja pasar keuangan akan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor pemicu dari perkembangan dunia kesehatan. Hal inilah yang membuat pasar keuangan sulit untuk diperkirakan  bergerak ke salah satu arah yang lebih pasti.

Demikian pakar ekonomi Gunawan Benjamin (foto) kepada Waspada, Minggu, (21/1) di Medan.

Akan tetapi, mengacu kepada sentimen teknikal serta dari beberapa dinamika yang berkembang di akhir pekan kemarin, maka, Indek Harga Saham Global (IHSG) pada pekan ini masih akan cenderung untuk melemah.

Sejumlah data penting atau pernyataan penting baru akan keluar nanti di hari terakhir menjelang akhir pekan. “Jadi selama 3 hari ini faktor covid 19 akan terus warnai pasar keuangan  dan menjadi pemicu utama yang akan berpengarh terhadap IHSG,” ungkap Benjamin.

Dikatakannya, Indeks Harga Saham Global (IHSG) masih berpeluang mengalami tekanan di sesi perdagangan pembukaan pekan ini.

Kinerja IHSG sepertinya masih bakal terpuruk seiring dengan memburuknya kinerja bursa saham global pada akhir pekan kemarin.

Dari banyak data yang akan dirilis selama sepekan kedepan, diperkirakan masih akan relatif tidak memberikan banyak perubahan.

Sementara itu, lanjut Benjamin, untuk kinerja mata uang rupiah diperkirakan masih akan bergerak dalam rentang 13.900 hingga 14.100 per US dolar di pekan ini.

“Tidak akan banyak mengalami perubahan. Meskipun masih ada beberapa kemungkinan rupiah untuk melemah sedikit di atas 14.100 nantinya,” jelasnya.

Sebelumnya, pakar Ekonomi Gunawan Benjamin mengatakan, pasar keuangan bakal menegangkan, karenak banyak peristiwa yang bisa saja membuat pasar goyah.

Di antaranya pekan inagurasi presiden terpilih AS Joe Biden. Dan pelaku pasar masih menanti program apa yang akan disampaikan, khususnya terkait dengan perdagangan global serta perang dagang antara China dan AS.

Sekaitan dengan itu lanjut Benjamin, sejauh ini, sentimen positif yang berkembang dari terpilihnya Joe Biden adalah rencana gelontoran stimulus yang akan di gelontorkan oleh AS. (clin)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2