BTN Incar Target Potensial Rp1,5 Triliun Di IPEX

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk., mengincar target potensial dari izin prinsip Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebasar Rp1,5 triliun di gelaran Indonesia Properti Expo (IPEX). 

Incaran target tersebut  terdiri dari KPR non subsidi Rp900 miliar, KPR subsidi Rp300 miliar, dan KPR syariah Rp300 miliar. Kami juga menargetkan booking KPR dengan total nominal Rp200 miliar. 

“Berdasarkan survei dari IPEX Loyalty Members (ILM) kepada 3.600 calon pembeli bahwa sebanyak 80 persen adalah milenial dan hampir 90 persen adalah calon pembeli rumah pertama,” ujar Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo di sela-sela pameran IPEX, Minggu (15/5). 

Ditegaskan, pihaknya selalu fokus dalam pembiayaan perumahan dengan  memaksimalkan potensi yang ada untuk mendukung penyediaan perumahan yang layak kepada masyarakat. 

“Melalui kerja sama dengan para pengembang dalam menyediakan perumahan baik yang bersubsidi, maupun perumahan non-subsidi sebagai upaya  mendukung konsep TOD (transit oriented development),” kata Haru. 

Dijelaskan, kriteria perumahan berbasis TOD bagi generasi milenial tersebut meliputi, pembangunan bersifat mix concept, high density occupancy, rumah terjangkau dalam area bisnis, kawasan bisnis terjangkau, jalan setapak dan alur bersepeda, fasilitas publik, tempat parkir minim, ketersediaan bus/LTR/kereta, serta green building. 

Haru mencatat, pengembangan perumahan berbasis TOD bagi generasi milenial ini memberikan kontribusi cukup besar dalam pencapaian penyaluran pembiayaan Bank BTN pada tahun 2021 dan berkontribusi positif pula pada pencapaian BTN pada triwulan 1 tahun 2022. 

“Kami optimis bahwa melalui event ini, serta melalui pembiayaan yang mengutamakan konsep TOD akan mengakselerasi kinerja kami sehingga kami dapat mencapai bahkan melampaui target-target yang telah kami tetapkan di tahun 2022. 

Untuk gelaran IPEX kali ini ditargetkan jumlah kunjungan sekitarc 50 ribu orang dalam sepekan pameran yaitu sejak tanggal  15 sampai 22 Mei 2022 di Hall A Jakarta Convention Centre (JCC). Didukung 41 developer/pengembang yang terdiri dari 11 pengembang subsidi dan 30 pengembang non subsidi. 

“Setelah selama pandemi menggelar IPEX secara virtual, hari ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Bank BTN akhirnya menggelar IPEX secara langsung dan dapat dikunjungi oleh publik yang ingin memilih rumah impiannya,” tandas Haru. 

Pada pameran IPEX kali ini Bank BTN menawarkan program suku bunga promosi  mulai 2,2% , bebas biaya provisi, biaya administrasi dan bebas biaya appraisal untuk KPR Non Subsidi. 

Selain suku bunga promo tersebut, Bank BTN tetap hadir dengan produk KPR andalannya yaitu KPR Subsidi, KPR  BTN Gaess For Millenial, KPR BTN Hits dan lain sebagainya. 

“Sementara untuk target booking KPR, Kami menargetkan sebesar Rp200 miliar dengan rincian KPR Non Subsidi sebesar Rp 120 miliar, KPR Subsidi Rp 40 miliar dan sharia Rp 40 miliar,” katanya.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR RI, Iwan Suprijanto berharap agar pameran perumahan seperti IPEX ini bisa diteruskan ke kota-kota besar di Indonesia.

“Agar masyarakat di daerah lainnya bisa mendapat fasilitas pembiayaan rumah murah yang disediakan pemerintah. Dengan begitu akan mengurangi backlog dengan mengikutsertakan asosiasi para pengembang di masing-masing daerah,” tutur Iwan. 

Ke depan, sambungnya, agar kerja sama antara Pemerintah dan seluruh stakeholder, khususnya pengembang dan perbankan, akan berjalan semakin baik untuk mampu menjawab tantangan penyediaan perumahan, khususnya dalam pemanfaatan subisidi pemerintah serta pemenuhan rumah yang berkualitas bagi masyarakat.

Haru mengakui, stimulus Pemerintah diantaranya berupa pemberian insentif PPN DTP dan Pelonggaran Loan To Value serta tren suku bunga kredit yang relatif rendah, telah mendukung bisnis Bank BTN. Dimana realisasi KPR Bank BTN sejak Januari hingga April 2022 mencapai 64.583 unit.

“Kami menyambut baik optimisme dari para pengembang yang terlibat pada pemeran ini, karena geliat properti sudah mulai terasa  tahun ini, Pemerintah pun juga mendukung dengan memberikan beragam stimulus yang mendukung sektor properti,” paparnya. 

Dengan realisasi itu, Haru optimistis bisa memenuhi target kredit di kisaran 9% – 11% hingga akhir tahun ini. Demi mencapai target tersebut, Bank dengan kode saham BBTN tersebut aktif melakukan pameran,  mengoptimalkan program KPR subsidi milik pemerintah seperti KPR FLPP, KPR BP2BT dan KPR TAPERA dengan potensi realisasi unit sebanyak 169,3 ribu unit. (J03) 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.