banner 325x300

BPS Sumut Sosialisasi Sensus Penduduk 2020 Online

  • Bagikan
Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Sumut, Mukhamad Mukhanif saat memberikan sosialisasi Sensus Penduduk 2020 online di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sumut, Senin (17/2).

MEDAN (Waspada): Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) lakukan sosialisasi Sensus Penduduk 2020 (SP 2020) secara online. Tim sosialisasi dari BPS menyambangi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sumut, Senin (17/2).

Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Sumut, Mukhamad Mukhanif mengatakan, saat ini sedang berlangsung Sensus Penduduk 2020 online. Untuk pengisian data dilakukan melalui situs resmi di sensus.bps.go.id yang akan berakhir pada 31 Maret 2020.

Mukhanif mengatakan, pendataan secara daring dilakukan dengan memanfaatkan Computer Aided Web Interviewing (CAWI). Melalui metode CAWI, setiap orang dapat memperbaharui data pada web yang telah disediakan secara mandiri.

Warga diminta menjawab 19 pertanyaan. Diantaranya, jika ada anak yang sekarang sudah kuliah dan dia tinggal di luar kota, harus disampaikan. Di situ anak tinggal di mana harus diterapkan sampai ke level RT-nya.

“Sensus online ini sudah berlangsung sejak Sabtu, 15 Februari 2020. Ditargetkan dapat mencapai sekitar 20% dari jumlah penduduk di Sumut atau sekitar 3 juta orang,” harapnya.

Lebih lanjut, dijelaskan, sejauh ini laporan permasalahan yang diterima BPS terkait sensus online adalah loading atau sinyal yang sedang down. Sehingga masyarakat sulit untuk masuk ke website resmi BPS, namun hal ini sudah dilaporkan.

“Mungkin secara bersamaan banyak masyarakat yang membuka situs tersebut, jadi sedikit terjadi kendala. Namun masyarakat bisa mencoba kembali dan jika ada masalah bisa di-chat di jalur tersebut,” ujarnya.

Selain sensus penduduk online, sambungnya, nantinya akan dilanjutkan sensus “door to door” pada Juli 2020. Sensus ini dilakukan pada warga yang tidak mengikuti sensus online. Sensus dijalankan dengan 2 cara, yakni petugas datang dengan kertas dan dengan gadget.

Sementara, Plt Sekretaris Disdukcapil Sumut, Edi Sampurna Rambe mengungkapkan, saat mengisi SP 2020 online memang loading sedikit lambat. Menurutnya, mungkin secara bersamaan banyak yang menggunakan sehingga server padat.

Namun, lanjutnya, masyarakat harus mengikuti SP 2020. Jika tidak secara online bisa dilakukan secara manual atau melalui sensus “door to door”.

“SP ini sangat penting karena ada banyak data yang harus diisi masyarakat. Selama ini hanya yang ada hanya data kependudukan dan tidak didukung dengan data lainnya. Sehingga sekarang bisa dikembangkan untuk kepentingan sosial dan pembangunan Sumut bisa dikembangkan lagi,” pungkasnya. (m41)

  • Bagikan