Waspada
Waspada » BNI Berikan Kemudahan Transaksi Hedging Kepada Nasabah
Ekonomi

BNI Berikan Kemudahan Transaksi Hedging Kepada Nasabah

Head of Region BNI Wilayah Medan Martinus Matondang memperkenalkan transaksi hedging atau lindung nilai kepada nasabah.
Head of Region BNI Wilayah Medan Martinus Matondang memperkenalkan transaksi hedging atau lindung nilai kepada nasabah.

MEDAN (Waspada): Dalam memenuhi kebutuhan nasabah, Bank BNI menawarkan ragam produk transaksi hedging (lindung nilai). Produk ini dapat dimanfaatkan untuk melindungi aset, kewajiban maupun arus kas nasabah dari dampak negatif pergerakan pasar keuangan.

BNI menghadirkan aplikasi BNI Digihedge yang dapat diakses melalui situs BNI di alamat www.bni.co.id. Kehadiran tool mengenai transaksi hedging ini, dapat memudahkan nasabah untuk mengetahui profil risiko keuangannya.

Head of Region BNI Wilayah Medan, Martinus Matondang mengatakan, hal ini untuk menyikapi pasar keuangan yang sangat dinamis. Dimana, nilai tukar mata uang, suku bunga, harga saham, obligasi, instrumen lainnya setiap saat bergerak sejalan dinamika di dunia. Apalagi, tidak selamanya pergerakan yang terjadi di pasar keuangan ini memberikan dampak menguntungkan.

“Sebagai contoh, kenaikan nilai tukar Dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah dapat meningkatkan biaya produksi importir. Di sisi lain kondisi ini juga dapat memberatkan bagi orangtua yang anaknya sedang bersekolah di luar negeri,” ujarnya.

Selain itu, saat terjadi kenaikan suku bunga, perusahaan-perusahaan yang memiliki utang pasti akan menanggung tambahan bunga yang harus dibayarkan. Terutama perusahaan yang memiliki utang dengan skema pembayaran bunga floating (mengambang mengikuti pergerakan suku bunga acuan).

Martinus menyebutkan, hedging adalah cara mengurangi risiko yang timbul maupun diperkirakan akan timbul akibat fluktuasi harga di pasar keuangan.

“Untuk memenuhi kebutuhan nasabah inilah, BNI menawarkan ragam produk lindung nilai (hedging). Yang dapat dimanfaatkan untuk melindungi aset, kewajiban maupun arus kas nasabah dari dampak negatif pergerakan pasar keuangan,” katanya.

Selain menghadirkan aplikasi BNI Digihedge BNI juga memberikan berbagai alternatif solusi. Mulai dari transaksi seperti forex Tom, Spot dan Forward sampai transaksi derivatif. Seperti Interest Rate Swap (IRS), Cross Currency Swap (CCS), Call Spread Option(CSO) dan jenis transaksi lainnya.

“Sebagai pemain utama penyedia layanan transaksi lindung nilai (hedging) di Indonesia, BNI berkomitmen selalu memberikan layanan terbaik kepada nasabah,” tegasnya.

Hal ini terbukti dengan penghargaan yang diterima BNI dari Alpha Southeast Asia, berupa penghargaan “Best Corporate Treasury Sales & Structuring Team”. Kemudian “Best FX Bank for Structured Hedging Solutions & Proprietary Trading Ideas” di tahun 2019.

“Penghargaan ini melengkapi kepercayaan dari nasabah untuk bertransaksi dengan BNI. Volume transaksi forex dan lindung nilai BNI pada 2019 meningkat sebesar 5.77%. Dibanding dengan volume transaksi tahun 2018 dengan total nilai transaksi 38.72 miliar Dolar Amerika Serikat,” jelasnya.

Kemudahan Transaksi

Selanjutnya, BNI juga menawarkan kemudahan yang sangat menarik untuk bertransaksi hedging. Nasabah cukup menyiapkan marginal deposit sebesar 1.2 x FKK x nominal transaksi.

FKK (Faktor Konversi Kredit) merupakan angka prosentase yang menunjukkan besarnya risiko kredit yang timbul akibat transaksi forex atau derivatif untuk jangka waktu tertentu.

“Sebelumnya, nasabah yang akan melakukan transaksi lindung nilai (hedging) terlebih dahulu harus memiliki fasilitas treasury line. Atau menyerahkan jaminan berupa marginal deposit yang diblokir dan diikat gadai sebesar 100% dari nilai transaksi. Sekarang, nasabah cukup menyiapkan marginal deposit sebesar 1.2 x FKK x nominal transaksi,” jelasnya.

Selain itu, khusus nasabah yang rutin melakukan transaksi forex dan transaksi lindung nilai dengan BNI, isa mendapatkan keringanan besarnya marginal deposit.

“Dengan adanya kemudahan ini, BNI yakin akan terus menjadi pilihan utama nasabah yang melakukan transaksi forex dan transaksi hedging,” tutupnya. (m41)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2