Waspada
Waspada » ASITA Minta Pemerintah Benahi Tataniaga Dan Destinasi Pariwisata
Ekonomi

ASITA Minta Pemerintah Benahi Tataniaga Dan Destinasi Pariwisata

KETUA Association Of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Sumut Solahuddin Nasution. Pihaknya minta pemerintah benahi tata niaga dan berbagai sektor destinasi pariwisata. Waspada/Ist
KETUA Association Of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Sumut Solahuddin Nasution. Pihaknya minta pemerintah benahi tata niaga dan berbagai sektor destinasi pariwisata. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Ketua Association Of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Sumut Solahuddin Nasution (foto), minta pemerintah benahi tataniaga dan berbagai sektor destinasi pariwisata.

Demikian Solahuddin Nasution kepada Waspada, Jumat, (15/1) di Medan, merespon kebijakan dan kepemimpinan baru di bawah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno tentang industri pariwisata.

Menurut Solahuddin, membenahi tataniaga dan regulasi pariwisata dimaksudkan agar tidak merugikan pelaku usaha yang berkecimpung di bisnis industri pariwisata.

“Pembenahan tataniaga tersebut dimaksudkan agar apa-apa yang pernah menjadi permasalahan di lapangan seperti di Bali dan Bintan,” sebutnya.

Monopoli

Menurut Solahuddin, masalah ini sempat menjadi fenomena yang mengakibatkan adanya indikasi monopoli atas kunjungan wisatan dari Cina agar diatur pemerintah dan tidak terulang lagi.

Sehingga lewat kebijakan baru dan kepemimpinan baru di bawah Sandiaga Uno industri pariwisata akan lebih baik lagi.

“Meski fenomena itu tidak sampai terjadi di Sumut, namun ini harus menjadi perhatian pemerintah,” ujar Solahuddin.

Dikatakan Solahuddin, pemerintah harus menginventarisasi semua permasalahan-permasalan yang terjadi pada industri pariwisata, termasuk salah satunya perbaikan kebijakan tataniaga tersebut.

“Juga yang harus menjadi perhatian pemerintah adalah membenahi semua destinasi wisata yang ada di Indonesia tidak terkecuali di Sumut, ” harap Solahuddin.

Regulasi tataniaga juga diharapkan tidak ada lagi yang tumpang tindih. Sebab, industri pariwisata dikatakan berhasil harus memenuhi indikatornya.

Seperti, tata niaga yang menguntungkan bagi pelaku industri pariwisata di dalam negeri tanpa adanya monopoli sepihak

Karena itu, perlu aturan yang ditetapkan pemerintah agar tercipta kondusifitas di lapangan bagi pelaku industri wisata.

Lalu, menciptakan kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Indonesia serta lingkungan destinasi yang terjaga.

Di masa pandemi ini, berbagai program pariwisata masih mengalami keterpurukan dan belum dapat berjalan dengan baik.

Sama halnya dengan hampir di semua negara juga industri pariwisatanya juga masih pasif dan terpuruk.

Sehingga, ASITA minta pemerintah benahi tataniaga dan destinasi pariwisata dengan melakukan recovery atau melakukan pembenahan semua yang menyangkut industri pariwisata.

Lalu, kata Solahuddin, pemerintah juga diharapkan melakukan pembenahan infrastruktur ke tempat-tempat tujuan wisata serta menjaga lingkungan dan fasilitas diberbagai tujuan wisata.

Dalam hal tujuan wisata di berbagai daerah misalnya, perlu koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak kementerian pariwisata pusat untuk menjaga kenyamanan setiap destinasi kunjungan wisatawan.

Sebab, pada saat pandemi berakhir dan pemerintah telah melakukan pembenahan di berbagai sektor, baik kebijakan sistim yang dikeluarkan pemerintah untuk industri pariwisata dan destinasinya.

Sehinngga, pelaku industri wisata sudah siap untuk menjalankan kembali programnya dalam mengembangkan program bisnisnya guna menarik wisatawan datang ke Indonesia, tidak terkecuali ke Sumut.(clin)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2