Aliran Modal Asing Keluar Capai Rp18,59 T

  • Bagikan
Mata uang asing /ilustrasi

JAKARTA (Waspada): Bank Indonesia (BI) mencatat, sepanjang 2021 aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan dalam negeri mencapai Rp18,59 triliun (year to date/ytd).

Sedangkan aliran modal asing yang keluar pada minggu ketiga November 2021 mencapai Rp1,29 triliun,” tulis laporan BI, akhir pekan.  

Dari jumlah tersebut, aliran modal asing yang keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp1,77 triliun, dan yang masuk ke pasar saham sebesar Rp480 miliar. 

Percepat Rupiah Digital 

Sementara untuk langkah mitigasi penggunaan mata uang kripto, BI akan mempercepat penerbitan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau yang disebut dengan Rupiah Digital.

Gubernur BI Perry Warjiyo menegsskan aset kripto merupakan masalah dunia, dan juga sebagai tantangan global yang perlu terus dicermati. 

“Ini masalah dunia karena perdagangannya di dunia dan kita tidak tahu siapa yang menjadi pemegang supply. Tapi permintaannya dari seluruh dunia, kita juga tidak tahu valuasinya seperti apa,” katanya dalam Rapat Kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI, pekan lalu. 

Perry menegaskan, bahwa mata uang kripto bukan merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia. BI telah melarang seluruh lembaga yang mendapat izin dari BI untuk tidak melayani transaksi menggunakan mata uang kripto.

“Kami tidak bisa bergerak di luar kewenangan kami, tapi kami juga tidak tinggal diam, yaitu dengan proses mempercepat penerbitan Rupiah Digital,” jelasnya. 

Perry mengatakan, ada tiga prasyarat terkait dengan penerbitan Rupiah digital. Pertama, konsep dan desain dari Rupiah Digital.

“Insyaallah tahun depan kami sudah bisa mempresentasikan konsep atau desainnya,” katanya.

Prasyarat kedua, yaitu infrastruktur sistem pembayaran dan pasar uang yang saling terintegrasi. Prasyarat kedua ini yang tengah dibangun oleh BI. 

Prasyarat ketiga adalah platform teknologi yang akan digunakan dalam pengembangan Rupiah Digital. 

“Saat ini, kami masih mendiskusikan platform teknologi yang akan digunakan bersama dengan 7 bank sentral negara lain,” jelasnya. (J03) 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *