Waspada
Waspada » 542.541 Pekerja Sumut Tervalidasi Penerima BSU
Ekonomi

542.541 Pekerja Sumut Tervalidasi Penerima BSU

Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Sumbagut, Umardin Lubis (tengah) dan jajarannya foto bersama usai mengikuti penyerahan Bantuan Subsidi Upah pekerja tahap pertama secara virtual dan simbolis diserahkan Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Kamis (27/8).
Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Sumbagut, Umardin Lubis (tengah) dan jajarannya foto bersama usai mengikuti penyerahan Bantuan Subsidi Upah pekerja tahap pertama secara virtual dan simbolis diserahkan Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Kamis (27/8).

MEDAN (Waspada): Sebanyak 542.541 pekerja di Sumatera Utara (Sumut) sudah tervalidasi bank sebagai penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600 ribu/bulan tahap pertama. Namun demikian masih ada beberapa pekerja yang masih menunggu validasi dari bank terkait.

“Untuk Sumut sudah ada 718.167 data pekerja yang masuk, namun yang sudah validasi bank sebanyak 542.541 pekerja atau sekitar 75,57%. Sisanya secara bertahap masih menunggu validasi bank,” kata Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Umardin Lubis, Kamis (27/8).

Umardin Lubis menyebutkan, secara simbolis, penyerahan Bantuan Subsidi Upah (BSU) gelombang pertama untuk 2,5 juta pekerja, telah dilakukan oleh Presiden Jokowi kepada perwakilan pekerja, yang dilaksanakan secara virtual di Istana Negara.

“Tadi (Kamis pagi-red), sudah diserahkan secara simbolis Bantuan Subsidi Upah kepada pekerja oleh Presiden Jokowi langsung, untuk tahap pertama. Kita juga terus melakukan pengumpulan nomer rekening dan akan diserahkan kepada Kementrian Ketenagakerjaan,” jelas Umardin.

Disebutkan, BSU ini diterima oleh 20 orang perwakilan dari pekerja kategori Penerima Upah (PU) dengan berbagai latar belakang pekerjaan dan disaksikan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Direktur Utama dan Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek), Menteri BUMN, Menteri Koordinator Perekonomian, dan juga secara live streaming bersama 495 perwakilan pekerja dari seluruh Indonesia.

Direktur Utama BPJamsostek, Agus Susanto menyebutkan, 2,5 juta pekerja ini merupakan gelombang pertama dari total 10,8 juta nomor rekening yang sudah tervalidasi oleh BPJamsostek. Gelombang berikutnya untuk transfer dana BSU akan segera dilakukan secara bertahap hingga seluruh rekening pekerja yang telah tervalidasi bisa menerima haknya.

“Kami tidak henti-hentinya mengimbau kepada perusahaan untuk menyerahkan data terkini para pekerja yang mencakup nomor rekening aktif atas nama pekerja. Begitu pula dengan nomor rekening yang tidak valid, kami kembalikan kepada perusahaan untuk dikonfirmasi kembali kepada pekerjanya dan akan kami lakukan validasi ulang,” tutur Agus.

Proses Validasi

“Seperti kami sampaikan sebelumnya, agar BSU ini tepat sasaran, kami melakukan validasi berlapis sebanyak 3 tahap,” tambahnya.

Sampai dengan Rabu (26/8), total nomor rekening yang diterima BPJamsostek mencapai 13,8 juta. Dari jumlah tersebut data nomor rekening tervalidasi mencapai 10,8 juta data.

“Terkait dengan proses validasi yang cukup detail ini, kami minta kepada perusahaan untuk segera, baik yang belum mengirimkan maupun yang melakukan konfirmasi ulang, agar mengirimkan kepada kami paling lambat tanggal 31 Agustus 2020,” tegasnya.

Dalam penyerahan secara virtual tersebut, Presiden Joko Widodo berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan belanja rumah tangga para pekerja.

“Bantuan gaji ini diberikan kepada pekerja pada perusahaan yang tertib, yang rajin membayar iuran BPJamsostek setiap bulannya. Artinya ini kita berikan sebagai sebuah penghargaan, reward kepada para pekerja dan perusahaan yang patuh, selalu membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Jokowi.

“Kita harapkan ini tahap awal 2,5 juta pekerja, dan sisanya sampai 15,7 juta selesai di bulan September mendatang,” tambahnya.

Jokowi menyebutkan, pekerja yang hadir di Istana Negara dari beragam profesi. Mulai dari pekerja honorer termasuk guru honorer dan petugas pemadam kebakaran honorer, karyawan hotel, tenaga medis perawat, petugas kebersihan, komplit.

“Siapapun yang membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan secara aktif sampai bulan Juni, itu akan diberikan bantuan pekerja,” ujar Jokowi. (m31)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2