Waspada
Waspada » 4 Kota IHK Di Sumut Alami Inflasi, 1 Deflasi
Ekonomi

4 Kota IHK Di Sumut Alami Inflasi, 1 Deflasi

Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi saat menyampaikan paparan inflasi Agustus 2020 di Sumut, Selasa (1/9)
Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi saat menyampaikan paparan inflasi Agustus 2020 di Sumut, Selasa (1/9)

MEDAN (Waspada): Pada Agustus 2020, empat kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Utara (Sumut) mengalami inflasi, yaitu Pematangsiantar, Medan, Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli. Sedangkan satu kota mengalami deflasi, yakni Sibolga.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, 4 Kota IHK yang alami inflasi yakni Pematangsiantar inflasi sebesar 0,20%; Medan inflasi 0,04%; Padangsidimpuan inflasi 0,07%; dan Gunungsitoli inflasi 0,61%. Sementara itu, satu kota IHK yakni Sibolga deflasi 0,01%.

“Dengan demikian, gabungan 5 kota IHK di Sumatera Utara pada Agustus 2020, menyebabkan Sumut mengalami inflasi 0,06 persen,” kata Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi, dalam virtual conference, Selasa (1/9).

Dia menyebutkan, inflasi Agustus ini menyebabkan inflasi tahun kalender (Agustus 2020 terhadap Desember 2019) masing-masing kota yakni: Sibolga deflasi 0,59%; Pematangsiantar deflasi 0,11%; Medan inflasi 0,40%; Padangsidimpuan inflasi 1,45%; dan Gunungsitoli inflasi 1,48%. Dengan demikian, inflasi tahun kalender gabungan 5 kota IHK di Sumut sebesar 0,41%.

“Inflasi Agustus 2020 menyebabkan inflasi tahun ke tahun (Agustus 2020 terhadap Agustus 2019) masing-masing kota sebagai berikut: Sibolga deflasi 1,14%; Pematangsiantar deflasi 0,51%; Medan deflasi 0,47%; Padangsidimpuan inflasi 1,05%; dan Gunungsitoli deflasi 1,37%. Sehingga laju inflasi tahun ke tahun gabungan 5 kota IHK di Sumut deflasi 0,43%,” jelasnya.

Inflasi Kota Medan

Syech Suhaimi juga menyebutkan, perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Medan pada Agustus 2020 secara umum menunjukkan adanya peningkatan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, pada bulan Agustus, Kota Medan inflasi 0,04% atau terjadi peningkatan IHK dari 102,72 pada Juli 2020 menjadi 102,76 pada Agustus 2020.

“Tingkat inflasi Kota Medan tahun kalender Agustus 2020 sebesar 0,40% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2020 terhadap Agustus 2019) deflasi 0,47%,” jelasnya.

Menurutnya, inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,27%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,05%; kelompok pendidikan sebesar 0,08%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,16 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,18%.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,23%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,04%; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,02%; kelompok kesehatan 0,02%; kelompok transportasi sebesar 0,38%; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01%.

“Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada Agustus 2020, antara lain emas perhiasan, cabai merah, minyak goreng, ikan dencis, kelapa, sawi hijau, dan cabai rawit. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain daging ayam ras, bawang merah, tomat, angkutan udara, semangka, Sekolah Menengah Pertama, dan durian,” ujarnya.

Syech Suhaimi juga menyebutkan, pada Agustus 2020 dari 11 kelompok pengeluaran, 3 kelompok memberikan andil inflasi dan 3 kelompok memberikan andil deflasi. Sedangkan 5 kelompok lainnya tidak memberikan andil terhadap inflasi Kota Medan.

“Kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,01%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,13%,” pungkasnya. (m31)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2