Dua Bintara Polres Karo Di PTDH

KABANJAHE (Waspada): Dua personil bintara Polres T. Karo, dikenakan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Keduanya terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba dan melanggar kode etik Polri, Senin(12/8).

Dua Bintara Polres Karo Di PTDH
Dua bintara Polres T. Karo yang terlibat penyalahgunaan narkoba di PTDH. Waspada/Ist

Upacara PTDH ini dipimpin langsung Wakapolres Karo, Kompol H Panggabean dan disaksikan Ketua MUI Karo Fahri Samadin Tarigan, Ketua BKAG Karo Pdt Andi Sastra Ginting, Wakil Ketua DPRD Karo Efendi Sinukaban, para Kabag dan Kasat yang berlangsung di halaman Mapolres Karo, Jl. Veteran Kec. Kabanjahe.

Kedua personil bintara yang di PTDH diantaranya, Brigadir Deri Andreas Berahmana NRP 84060837, Brigadir Pembinaan, dan Brigadir Rus Piccal Sihombing NRP 86111256, Brigadir Sat Tahti Polres Karo. Satu dari dua personil yang dipecat tidak hadir dalam pelaksanaan upacara, namun diganti dengan foto yang dipegang personil Provos.

Wakapolres mengatakan, perberhentian kedua anggota Polres T. Karo ini berdasarkan surat keputusan Kapolda Sumut nomor: Kep/741/VI/2019 dan Kep/742/VI/2019 tanggal 24 Juni 2019 tentang PTDH dari Dinas Polri. Keduanya terbukti secara sah telah melanggar pasal 12 ayat 1 huruf a PP No 1/2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri, dan pasal 7 ayat 1 huruf b Perkap No 14/2011 tentang Kode Etik Profesi Polri karena melakukan tindak pidana narkoba.

"Pemecatan dua anggota Polri ini, suatu bentuk keprihatinan dan peringatan bagi kita bersama. Keputusan ini diambil pimpinan melalui proses dan mekanisme panjang berdasarkan undang-undang yang berlaku dalam penegakan hukum," ujar Wakapolres. Hasian berharap agar seluruh personel Polres Karo dapat merenung dan mengambil hikmah dari pemecatan dua anggota Polri secara tidak hormat tersebut, sehingga setiap anggota selalu berhati-hati dalam mengambil tindakan. Selain itu, anggota selalu melakukan introspeksi diri agar tidak melaksanakan perbuatan yang menyimpang dari aturan dan Kode Etik Profesi Polri.

Harapannya, seluruh anggota yang dalam bertugas, dapat menjadikan Tribrata sebagai pedoman hidup dan Catur Prasetya sebagai pedoman kerja setia anggota Polri. Semoga upacara PTDH ini sebagai yang terakhir di kesatuan Polres T. Karo, tegasnya. (c10)