Dituntut 13 Tahun Penjara, Pembakar Ibu Tiri Minta Keringanan 

KISARAN (Waspada): Terdakwa pembakar ibu tiri hingga tewas dituntut hukuman 13 tahun penjara meminta keringanan, karena hal itu dilakukan tersulut emosi akibat tidak terima ayahnya dihina dengan kata-kata kasar oleh korban. 

Dituntut 13 Tahun Penjara, Pembakar Ibu Tiri Minta Keringanan 
Terdakwa pembakar ibu tiri  JS, alias Ijum, alias Plotot, 43, warga Dusun III, Desa Sidomulyo, Kec Pulobandring, Kab Asahan, saat persidangan lanjutan di PN Kisaran.Waspada/Sapriadi

Hal itu disampaikan terdakwa JS, alias Ijum, alias Plotot, 43, warga Dusun III, Desa Sidomulyo, Kec Pulobandring, Kab Asahan, melalui Kuasa Hukumnya Aulia Fatwa Hasibuan, dalam persidangan dengan agenda penyampaian nota pembelaan, dengan hakim ketua Nelly Andriani, didampingi hakim anggota Boy Aswin Aulia, dan Ahmad Adib, dan JPU Sabri Fitriansyah Marbun, Senin (2/12).

Aulia menjelaskan bahwa terdakwa khilaf telah membunuh ibu tirinya dengan cara membakar. Hal itu karena kesal dengan sikap korban yang kerap memarahinya, dan mengeluarkan kata kasar kepada ayah terdakwa  (suami korban).

"Terdakwa menyesali perbuatannya, dan mengaku bersalah. Tuntutan JPU terlalu tinggi, kami meminta keringanan hukuman," jelas Aulia. 

Aulia juga mengatakan bahwa terdakwa sempat mengurungkan niat membunuh ibu tirinya, dan berencana menuangkan BBM jenis premium ke dalam tangki sepeda motor, namun saat itu dirinya kembali terlibat perang mulut dengan korban sehingga kejadian itu tidak bisa dihindarkan. 

"Kami meminta hakim mengurangi hukuman itu, karena terdakwa menyesali perbuatannya," jelas Aulia. 

Setelah pembacaan nota pembelaan sidang diskor hingga minggu depan untuk pembacaan putusan hakim PN Kisaran.

Di sidang sebelumnya JPU Sabri Fitriansyah Marbun pada sidang Rabu (27/11) menuntut terdakwa JS dengan penjara 13 tahun, karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja merampas nya orang lain dengan melanggar Pasal 338 KUHPidana. 

Terdakwa tega menyiramkan BBM jenis premium dan membakar ibu tirinya Waginem,57, pada Selasa (25/6) lalu. Terdakwa sempat melarikan diri dan diamankan Sat Reskrim Polres Asahan di wilayah Kec Ujungtanjung, Kab Rokan Hilir, Provinsi Riau, Jumat 28 Juni 2019 lalu, karena melawan, sehingga dilumpuhkan dengan menembak di bagian kaki. Terdakwa sempat merubah penampilannya dengan mencukur rambut (gundul) kumis dan jenggot. (a15/a31)