Destinasi Wisata Silalahi Unik Dan Mempesona

SIDIKALANG (Waspada): Destinasi Wisata Danau Toba di Kecamatan Silalahi Sabungan Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara tergolong unik dan mempesona. Kecamatan Silalahi Sabungan terdiri dari 5 desa, yaitu Desa Silalahi I, Silalahi II, Silalahi III,  Paropona I dan Desa Paropona II.

Destinasi Wisata Silalahi Unik Dan Mempesona

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Dairi Leonardus Sihotang mengatakan kepada Waspada di ruang kerjanya, Kamis (11/10), pusat kota Kecamatan Silalahi Sabungan berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Sidikalang Kabupaten Dairi. Untuk menuju wisata Silalahi harus melewati hutan Tropis yakni Hutan Lae Pondom yang berbatasan dengan Kabupaten Karo.

Diterangkan Leonardus, dari jumlah data di Dinas Pariwisata Dairi, bahwa perairan Danau Toba di Silalahi merupakan nomor 2 terluas dari 7 kabupaten di wilayah Danau Toba dan palungan danau yang terdalam di perairan Danau Toba.

Selain perairan yang luas dan terdalam, di Silalahi juga terdapat paling banyak situs-situs bersejarah dibanding kabupaten lainnya di wilayah Danau Toba. Di antaranya, Batu Sihadap atau disebut Batu Sijongjong yang pada zaman dulu dijadikan sebagai tempat pengadilan terhadap seseorang yang melanggar aturan di Wilayah Silalahi Sabungan.

Destinasi wisata lainnya seperti Pagar Parorot, Aek Sipaulak Hosa, Tugu Marga Silalahi, Air Terjun Siringo 12 tingkat, Bukit Siattar atas, Bukit Simandar, Hamparan tanaman bawang dan kebun mangga.

Keunikan lain adalah Batu Sipitu Holak, yang artinya siapa pun yang mengukur batu tersebut baik itu orang dewasa atau anak- anak, maka ukuran panjangnya akan tetap  tujuh hasta (holak).

Kebun mangga tumbuh di antara bebatuan, rasa manis dan aromanya cukup terkenal di luar Kota Silalahi. Yang paling unik lagi adalah sistem pertanian masyarakat Silalahi Sabungan. Pertanian tanaman bawang merah yang ditanam di atas bebatuan di mana cara penyiraman tanaman bawang  dilakukan menggunakan grafitasi bumi atau penyiraman dengan menggunakan tekanan air pegunungan. "Silalahi juga sukses dalam perkemahan 1.000 tenda di pantai Silalahi baru baru ini," ungkap Leonardus.

Ditambahkan, situs dan benda bersejarah masih banyak yang belum tergali dan terjamah untuk dijadikan sebagai Destinasi Wisata di Silalahi. Hal ini disebabkan kurangnya perhatian untuk menata objek wisata yang ada termasuk faktor pendukung lainnya, seperti akses jalan menuju lokasi  serta minimnya anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan.

Harapan ke depan, seluruh stake holder dan pemangku ulayat dapat bersinergi mengatasi kekurangan tersebut, sehingga Destinasi Wisata Silalahi menjadi primadona wisatawan lokal dan mancanegara.

Sementara data dihimpun Waspada, luas Kabupaten Dairi yang masuk wilayah Danau Toba hingga saat ini belum terukur secara rinci. Namun yang dapat didata baru panjang bibir pantai mencapai 26 km berbatasan dengan Kab. Tanah Karo dan Kab. Samosir.

Sedangkan kucuran dana segar dari pemerintah pusat hingga saat ini belum ada diterima Pemerintah Kabupaten Dairi. (ckm)