Dari Pendaftaran Sampai Ujian, UT Gunakan Kecanggihan Teknologi

TANGERANG SELATAN (Waspada): Universitas Terbuka (UT) terus berinovasi lewat kemajuan teknologi, untuk meningkatkan sistem pembelajaran dan manajemen pengelolaan perguruan tinggi. Saat ini, mulai dari pendaftaran, bahan ajar, metode pengajaran sampai ujian di UT, telah terkoneksi dengan jaringan internet.

Dari Pendaftaran Sampai Ujian, UT Gunakan Kecanggihan Teknologi
Rektot UT, Ojat Darojat didampingi Dekan FKIP UT, Udan Kusmawan.

"Mulai dari pendaftaran sampai ujian di UT, telah terkoneksi dengan internet. Kami terus berinovasi supaya masyarakat luas bisa mengakses pendidikan tinggi tanpa kendala jarak, waktu dan finansial," kata Rektor UT, Prof Ojat Darojat, usai menjadi pembicara utama dalam International
Conference in Innovation on Education and Pedagogy (ICIEP) di hotel Atria, Gading Serpong, Sabtu (5/10).

Selain Ojat, konferensi tersebut menghadirkan sejumlah pembicara lainnya seperti Prof Ruth Reynold (Ahli pendidikan dan pimpinan GERT Global Education Research and Teaching Team, Australia); Prof. Dr. Suminto A, Sayuti (ahli budaya dan bahasa dari Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia); Prof. Patricia S. Moyer-Packenham (Direktur Pendidikan Matematika dan Program Kepemimpinan Utah State University, Amerika), dan Prof. Ahmad Rozelan Yunus (Fakultas Teknologi Manajemen dan Teknopreneurship Universiti Teknikal Malaysia Melaka, Malaysia).

Dikatakan Ojat, era digitalisasi dan revolusi industri 4.0 ini membuat perguruan tinggi harus terus berinovasi. UT, lanjut dia, menyikapi hal itu dengan mempelopori pendidikan jarak jauh lewat kemajuan teknologi. 

"Apa yang disebut sebagai kampus siber, sudah kami terapkan. Tujuannya adalah menjangkau yang tak terjangkau, yakni masyarakat dari seluruh pelosok negeri. Tidak perlu memikirkan jarak dan waktu. Belajar bisa dilakukan kapan dan dimana saja," kata Ojat. 

Saat ini mahasiswa yang belajar di UT mencapai lebih dari 300 ribu mahasiswa. Mereka tersebar di 39 UPBJJ-UT yang tersebar di 35 Provinsi di Indonesia. 

Dari jumlah 300 ribu mahasiswa, lebih dari 55 persen adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). 

Dekan FKIP UT, Udan Kusmawan mengatakan, seminar internasional kali ini mengetengahkan praktik baik apa saja dari sistem pembelajaran (pedagogi) yang diterapkan berbagai kampus di dunia. Dari sini, akan lahir ide-ide kreatif untuk nantinya dapat diterapkan di masing-masing kampus yang menjalankan pendidikan keguruan. 

"Kami bertukar pengalaman dengan berbagai kampus ternama di dunia dalam bidang metode ajar terbaik. Harapannya tentu supaya kampus di Indonesia dapat menghasilkan guru-guru terbaik," kata Udan. 

Seminar diikuti juga oleh seluruh anggota Forum Komunikasi Pimpinan FKIP se Indonesia.

Sementara itu, dalam seminar internasional tersebut juga dipresentasikan makalah yang membahas berbagai aspek pendidikan dari 111 pemakalah yang sudah terseleksi. Selain dari Universitas Terbuka, pemakalah berasal dari perguruan tinggi atau lembaga dalam dan luar negeri, antara lain Universitas Teknologi Mara (Malaysia), Rajamangala University of Technology Tanyaburi (Thailand), De La Salle University (Philipina), Islanders Education (Maldives), UIN SyarifHidayatullah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Surabaya, IKIP PGRI Pontianak, Universitas Pendidikan Indonesia (Bandung), Universitas Al-Azhar

Ada juga dari UIN Ar-Raniry Aceh, Universitas Serambi Mekkah, Uinversitas Pelita Harapan, Institut Teknologi Adhitama (Surabaya), Universitas Negeri Surabaya, STKIP Kusumanegara Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Institut Pembina Rohani Islam IPRIJA Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Palangkaraya, Universitas Multimedia Nusantara Jakarta, Politeknik Negeri Balikpapan, Universitas Muhammadiyah Prof Hamka UHAMKA Jakarta, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Universitas Sebelas Maret Surakarta, SD Negeri Sukamahi 03, dan Yayasan Anak Montessori Cahaya Dunia.(dianw)