Danau Toba Tongging Dan Potensi Pariwisata Yang Menjanjikan

TANAH KARO (Waspada): Air terjun Sipiso-piso yang terletak di wilayah Desa Tongging Kec. Merek Kabupaten Karo, salah satu sumber mata air terbesar untuk Danau Toba. Air terjun ini juga sebagai salah satu magnet untuk wisatawan berkunjung ke kawasan Danau Toba Tongging.

Danau Toba Tongging Dan Potensi Pariwisata Yang Menjanjikan
Waspada/Panitra Nedy View Desa Tongging Desa dengan Danau Toba sangat indah dimata wisatawan.
Danau Toba Tongging Dan Potensi Pariwisata Yang Menjanjikan

Namun besar-kecilnya debit air terjun Sipiso-piso yang jatuh ke bumi (aliran sungai Sidompak) dari ketinggian aliran sungai Lau Petani, tergantung dari curah hujan di daerah hulu.
       
Tadahan air terjun Sipiso-piso yang mengalir ke danau Toba dan membelah Desa Tongging disebut warga setempat adalah aliran sungai Sigumbang.  
     
Sumber air lainya dari wilayah Kabupaten Karo adalah mata air yang mengalir melalui Lau Pondom yang bersumber dari kawasan hutan Register 3/K (deleng Sibuaten).  Sungai yang mengalir ke Danau Toba ini disebut warga sungai Sidompak. 
       
Sebelum mantan Bupati Karo Alm. Tampak Sebayang menyatakan secara tegas di masa pemerintahannya tahun 1970-han, tidak ada wilayah Danau Toba itu masuk ke Kabupaten Karo.
       
Demikian penuturan D. Sembiring Pelawi salah seorang pelaku wisata Karo kepada Waspada Kamis (17/10) sore.
      
Kata Sembiring, iapun mengetahui hal itu, setelah mendapatkan keterangan dari Alm. Tampak Sebayang semasa hidupnya.
      
Mantan Bupati Karo Tampak Sebayang pernah menceritakan, saat beliau menjabat sebagai Bupati Karo, sebahagian Danau Toba itu sudah menjadi wilayah administratif Kabupaten Karo.
       
Legalitas itu muncul, setelah rangkaian perdebatannya saat rapat di tingkat Provinsi Sumatera Utara dengan pejabat pembuat kebijakan yang lebih tinggi wkatu itu.
       
Cerita almarhum kata Sembiring Pelawi, bila wilayah Danau Toba tidak diberikan sebahagian ke Kabupaten Karo, maka aliran air Lau Petani yang berasal dari wilayah Kabupaten Karo akan dipindahkan ke wilayah Desa Rumamis  Kec. Barusjahe Kabupaten Karo untuk mengairi persawahan sebagai salah satu lumbung padi.
        
Tetapi, bila sebahagian wilayah Danau Toba diberikan ke Karo, maka aliran air Lau Petani tetap mengalir ke Danau Toba katanya. Sehingga saat itu muncul kesepakatan bahwa, ada sebagian wilayah Danau Toba masuk menjadi wilayah administratif Kabupaten Karo, kata Tampak Sebayang waktu itu jelas Sembiring  Pelawi.
       
Kepada Waspada, Kepala Bappeda Kab. Karo Ir. Nasip Sianturi menyebutkan, garis pantai Danau Toba yang berada di wilayah Kabupaten Karo sekitar 50 Km dengan batas wilayah Kabupaten Simalungun dengan Kabupaten Dairi.
      
Sementara Objek Wisata yang berada di wilayah ini yang berkaitan dengan Danau Toba yakni Taman Simalem Resort, Gajah Bobok dan Gunung Sipiso-piso sebagai landasan pacu para layang, Air Terjun Sipiso-piso, kekayaan budaya kearifan lokal Desa Tongging, Desa Sibolangit dan Desa Sikodon-kodon serta sejumlah penginapan dan rumah kuliner yang berdekatan dengan bibir pantai.
      
View pandangan ke arah Danau Toba sangat menakjubkan dan hampir setiap pejabat tingkat provinsi dan maupun tingkat Pusat yang berkunjung ke Kabupaten Karo akan menikmati keindahan alam ini dari Taman Simalem Resort.
       
Dari sisi pembangunan infrastruktur sebagai pemicu perkembangan prekonomian warga di sana, Pemerintah Pusat telah mengucurkan dana untuk pembangunan dermaga Tongging senilai sekitar Rp 20 miliar (proyek multi years).
       
Sebelumnya juga ada pembangunan gedung di bibir pantai yang belum dimanfaatkan sampai sekarang, bahkan sudah ada beberapa bagian bangunan yang sudah mengalami kerusakan.
       
Sementara dukungan dana dari Pusat dalam pengembangan pariwisata tingkat nasional selain pembangunan dermaga Tongging belum ada, soalnya Pemkab Karo belum pernah mempublikasikannya melalui relis naskah berita untuk disampaikan ke publik.
      
Sedangkan Camat Merek Tomy Sidabutar sangat payah untuk dihubungi terkait detail wilayah administrasi Kecamatan Merek yang berpotensi sebagai pengembangan pariwisata, sehingga Waspada tidak dapat menyampaikan kepada publik tentang kejelasan lebih rinci, padahal sangat menjanjikan. (cpn)