Dampak Bangkai Babi, Omset Penjual Ikan Di Gabion Belawan Menurun

BELAWAN (Waspada): Sejak merebaknya pembuangan bangkai Babi di kawasan Kecamatan Medan Marelan dan Hamparanperak, omset nelayan tradisional dan pedagang ikan di Pasar KUD Gabion Belawan menurun drastis. Aliansi Masyarakat Nelayan Sumatera Utara, meminta ganti rugi kepada pemerintah dan peternak Babi yang telah membuang bangkai Babi secara sembarangan di Sungai Badera dan Danau Siombak.

Dampak Bangkai Babi, Omset Penjual Ikan Di Gabion Belawan Menurun
PARA pedagang ikan di Pasar KUD Gabion Belawan yang merugi akibat dampak pembuangan bangkai Babi di kawasan Kecamatan Medan Marelan, Danau Siombak dan Percut Seituan, Senin (18/11). Waspada/Andi Aria Tirtayasa

"Pemerintah harus memperhatikan nasib para nelayan tradisional dan para pedagang ikan yang selama ini berjualan di Pasar KUD Gabion Belawan karena omset penghasilan menurun drastis karena sepinya pembeli ikan," tegas Ketua Aliansi Masyarakat Nelayan Sumatera Utara Alfian Yunan kepada Waspada, Senin (18/11) di Gabion Belawan. Menurut Alfian, pemerintah dinilai lamban mengatasi kasus pembuangan bangkai Babi bahkan belum ada menangkap para peternak Babi yang membuang bangkai Babi secara sembarangan.

"Nelayan mengalami kerugian karena ikan-ikan hasil tangkapan nelayan tidak laku dijual. Kami minta Pemerintah daerah Khusus Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) propinsi Sumatera Utara mensosialisasikan kepada masayarakat benar apa tidak nya ikan-ikan laut itu pemakan bangkai atau tidak. Pedagang ikan berharap agar pemerintah secepatnya mengatasi kasus pembuangkan bangkai Babi tersebut," ujar Alfian.

Sementara itu, Seorang pedagang ikan di Pasar KUD Gabion Belawan bernama Ucok, 60, mengalami penurunan omset penjualan dari 100 kg menjadi 50 kg. Hal yang sama juga dialami Br Simbolon, 49. Biasanya Ucok mengirim ikan 150 kg/hari kini hanya 80 kg dan mengalami kerugian Rp2 juta perhari. "Kalau situasinya seperti ini maka habislah usaha kami ini," ujar Ucok.

"Kami berharap kepada pemerintah agar secepatnya mengarasi masalah pembuangan bangkai Babi ini sekaligus bisa memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa ikan-ikan yang ada di Belawan ini tidak tercemar oleh bangkai Babi," timpal seorang nelayan bernama  Usman, 49. Usman mengaku hari ini harga ikan tongkol yg biasanya dilelang Rp40-35 ribu per kilogram kini hanya bisa di jual Rp15.000/kg. (h04)