Cemarkan Laut Belawan, ANSM Desak Instansi Terkait Tangkap Pengusaha Pabrik Minyak Makan 

BELAWAN (Waspada): Ketua Aliansi Nelayan Selat Malaka (ANSM) Abdul Rahman alias Atan mendesak instansi berwenang segera menindak tegas perusahaan yang telah melakukan pencemaran di perairan laut Belawan.

Cemarkan Laut Belawan, ANSM Desak Instansi Terkait Tangkap Pengusaha Pabrik Minyak Makan 
Illustrasi

"Pemprovsu dan Pemko Medan  harus menindak tegas PT Sinar Mas yang melakukan pencemaran laut serta masyarakat yang bermungkim di pesisir pantai dan nelayan Selat Malaka sebagai dampak dari tumpahnya puluhan ton minyak makan ekspor milik PT Sinar Mas  dermaga 105 Ujung Baru Pelabuhan Belawan," tegas Atan kepada Waspada, Senin (23/9) di Belawan.

Dijelaskan Atan, pencemaran air laut tersebut akan berdampak terhadap petani tambak ikan, udang dan kepiting yang berada di sekitar perairan laut Belawan. Menurut Atan,  pengusaha yang melakukan pencemaran sudah jelas melanggar Undang Undang Lingkungan Hidup.

Pada dasarnya,setiap perusahan yang melakukan pencemaran dan atau perusakan Lingkungan Hidup wajib melakukan penanggulangan pencemaran dan atau kerusakan serta melakukan pemulihan Lingkungan Hidup dan Ekosistemnya.

Diakui Atan, ANSM telah melaporkan kasus pencemaran tersebut ke Ditpolairud Polda Sumatera Utara secara lisan dan mendesak segera menangkap pengusaha pabrik minyak tersebut Ditambahkan Atan, pencemaran tersebut bukan hanya diperairan Belawan saja tapi sampai ke dermaga ujung Baru Pelabuhan Belawan juga sudah tercemar. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Puluhan ton minyak makan milik PT Sinar Mas jenis ekspor tujuan ke mancanegara tumpah ke laut persisnya di depan dermaga 105 Pelabuhan Ujung Baru Belawan, Sabtu ( 21/9).

Informasi yang diperoleh dari kalangan buruh bongkar muat di Pelabuhan Belawan, minyak yang tumpah itu terjadi usai kapal tangker memuat minyak makan dengan tujuan Singapura. 30 menit setelah kapal berangkat, minyak makan tersebut keluar dari pipanya dan membajiri Kolam Pelabuhan Belawan  dan dermaga 105. Akibatnya, laut dan dermaga mengalami pencemaran karena digenangi minyak makan. 

Tumpahnya minyak makan ekspor tersebut ternyata membawa 'rezeki' tersendiri bagi para  pengemudi Ojek dan sejumlah buruh bongkar muat yang saat itu berada dilokasi kejadian langsung menimba dan memasukkan minyak makan tersebut kedalam drum dan plastik besar. Setelah palstik penuh kemudian mereka menggunakan ember dan memasukkannya ke dalam drum dan secara mendadak datang 5 unit mobil tanki dan langsung membuka penutup tanki dan kemudian menampung dari bawah.

Satu jam kemudian, maka minyak yang tumpah tersebut berhenti dan mobil tanki yang telah penuh minyak makan tersebut langsung keluar dari Pelabuhan Belawan dan diduga minyak makan itu dijual.

Sedangkan para pekerja kebersihan pelabuhan tak mau ketinggalan , dengan menggunakan drum dan ember serta plasik mereka mengangkut minyak makan tersebut dan mengeluarkannya  melalui Pos l.

Sementara itu Humas PT Sinar Mas RF. Siringoringo saat di konfirmasi tidak berada di tempat .Menurut Security yang bertugas pada siang itu mengatakan bahwa bapak RF Siringoringo tidak masuk kerja berhubung hari Sabtu dan masuk kerjanya hanya hari Senin hingga  Jumat.

Pantauan  di Pelabuhan Belawan, minyak yang tumpah puluhan ton sebagian mengalir ke  laut dan sebagian mengalir ke lantai dermaga sehingga dermaga Ujung Baru digenangi minyak makan.

Hingga Minggu (22/9) belum diketahui secara pasti berapa ton jumlah minyak makan yang tumpah tersebut . Dilihat dari banyaknya minyak yang tumpah, total keseluruhan diperkirakan mencapai puluhan puluhan ton. (h04)