Wan Hidayati: Kembali Berkesenian

  • Bagikan

Meski terus aktif mengikuti berbagai kegiatan kesenian, namun jejak kepenyairan penulis buku puisi dwi bahasa (Indonesia-Inggris)  “Percakapan di Tepi Danau Toba” ini sempat terhenti.  Kesibukannya sebagai birokrat nyaris menyita seluruh waktunya.

Syukur, belakangan ini perempuan yang juga aktris teater ini mulai bergairah lagi untuk menulis. Terutama setelah Fosad merangkulnya dan menyemangatinya untuk terus mengasah pena. “Bagaimana caranya kita bisa ikut berpartisipasi dalam semua ajang lomba penulisan meski tak harus menang,” katanya.

Perempuan itu, dialah Dr. Ir. Hj. Wan Hidayati, M.Si. Mantan Kadisbudpar dan Kepala PPKB Sumut ini memang dikenal sebagai satu-satunya seniman birokrat di Sumatera Utara pasca reformasi. Sayang, jabatan di birokrasi itu tak lama dia sandang.

Meski tak lama, Wan Hidayati sudah menanamkan legacy yang cukup baik terhadap perkembangan aktivitas kesenian di Sumut.  Bersama Fosad setidaknya sejumlah buku sastra berhasil diterbitkan bekerjasama dengan instansi yang dipimpinnya.

Selain itu, Wan Hidayati juga berhasil melakukan sejumlah gebrakan yang membuka ruang bagi para seniman untuk menjalin kerjasama kreatif dengan instansi yang dipimpinnya. Hal ini bisa terlaksana karena mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Sumut ini adalah juga seorang praktisi kesenian yang aktif.

Dia tak hanya dikenal sebagai aktris teater, tapi juga seorang penulis dan pembaca puisi yang baik. Dia pun rajin menjalin komunikasi dan berdiskusi dengan para seniman lintas disiplin kreatif.

Kini, setelah tak di birokrasi, Wan Hidayati bertekad untuk kembali berkesenian. Menulis sajak, berteater dan menerbitkan buku kumpulan puisinya. “Kesenian tak akan pernah bisa di hapus dalam diri saya,” katanya. Siplah! (susdha)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.