Waspada
Waspada » TBM Triaswara Disemangati Benyamin Davnie
Budaya

TBM Triaswara Disemangati Benyamin Davnie

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie (memegang gitar) saat mendatangi TBM Triaswara, Minggu (20/9)

TANGERANG SELATAN(Waspada): Di tengah gempuran era digital, apa kabarnya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) saat ini. Akankah menjadi oase di gurun pasir, menyejukkan atau sebaliknya, bagai kerakap tumbuh di batu, hidup enggan mati tak mau.

Kenyataannya, gempuran media baru yang hadir dalam genggaman bernama smartphone (telepon pintar), membuat minat membaca buku, semakin hari semakin tergerus. Generasi masa kini lebih banyak membaca dari smartphone. Bahkan bukupun sudah mulai dikemas dalam bentuk buku internet (e-book). Tapi apakah keberadaan e-book sudah meningkatkan minat baca dan literasi di Indonesia?

Soal minat baca dan kemampuan literasi ini, lembaga UNESCO justeru menyebut Indonesia masih berada di urutan kedua dari bawah dari sedikitnya 70 negara yang disurvey. Artinya minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah.

Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001 persen. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.

Riset berbeda bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61).

Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.

Fakta kedua, 60 juta penduduk Indonesia memiliki gadget, atau urutan kelima dunia terbanyak kepemilikan gadget. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika.

“Tapi saya tidak mau kalah oleh zaman. Saya akan terus menyuarakan supaya orang gemar membaca. Membaca itu jendela dunia,” ujar Asep Sundja Permana, pendiri TBM Triaswara yang lokasinya di Perumahan Reni Jaya, Pamulang, Tangerang Selatan, saat ditemui Waspada, Sabtu (19/9).

Asep lantas berbicara banyak soal TBM nya. Sejak 27 Desember 2012 lalu Asep berjuang mendirikan TBM yang menjadi cita-citanya sejak lama. Dia yang gemar membaca, ingin sekali menularkan kebiasaannya itu pada anak-anak dan masyarakat di lingkungannya. Seperti banyak orang bilang, membaca adalah jendela dunia. Dan Asep merasakan itu adalah benar adanya.

“Kalau saya mau tahu tentang negeri-negeri di Eropa dan perkembangan seni budayanya, saya tidak harus ke sana kan? Saya bisa membaca dan mendapat pengetahuan yang banyak,” ujarnya.

Kini, hampir 8 tahun berdiri, TBM Triaswara sudah memiliki ratusan koleksi buku bacaan. Sebagian buku-buku yang ada di TBM adalah miliknya sendiri. Sebagian besar tentu saja pemberian pihak lain.

Koleksi buku sebagian besar berisi pengetahuan seputar bahasa, seni, budaya dan pengetahuan umum lainnya. Sejumlah buku terkait teknik bermusik dan perkembangan musik di Tanah Air pun, pelan-pelan mulai mengisi rak buku yang ada.

*Menuai Dukungan*

Sejumlah TBM memang ada yang bergerak sendiri, dimana kelahirannya didasari pada latar belakang usaha penjualan buku si pemilik. Tapi TBM Triaswara milik Asep tidak demikian. Dia tidak punya latar belakang penjual buku dan pendirian TBM ini banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satu yang paling mendukung adalah komunitas masyarakat gemar membaca (Magma) Tangerang Selatan. Magma adalah mitra pengembangan TBM di Tangerang Selatan, tempat dimana Triaswara lahir.

Dukungan juga hadir dari tempat dimana Asep kini mengajar. Sarjana Sastra Indonesia Universitas Pamulang ini mengajar seni di SMKN 5 Tangsel. Sebagai guru yang dikenal cukup supel, Asep dengan mudah meraih simpati pada setiap ide-ide yang dituangkannya. Sejumlah muridnya sudah beberapa kali mengunjungi TBM Triaswara dan aktif berkegiatan ekstra kurikuker terkait seni.

Asep yang hobi bermusik, juga aktif dalam kepengurusan komunitas penggemar musik Koes Plus (Koes Music Fans Club/KMFC Jiwa Nusantara) wilayah Tangsel. Sampai menjelang 8 tahun kehadiran TBM Triaswara, Asep mendapat dukungan penuh kawan-kawannya di KMFC JN Tangsel.

“Kami bahkan sudah merencanakan sejumlah kelas pelatihan kecil-kecilan di TBM milik kawan kami ini. Mulai dari kelas musik, vokal, penulisan sampai memasak dan pengolahan sampah daur ulang. Semoga lekas terwujud,” ujar Subiharto, Ketua KMFC JN Pusat yang juga seorang peneliti nuklir di salah satu lembaga negara.

Minggu (20/9/2020), kehadiran Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie di TBM Triaswara seolah menjadi air penyejuk di tengah keringnya kemarau panjang. Dua hari sebelum menyatakan cuti untuk keperluan kampanye Pilkada Tangsel, Benyamin datang tanpa rombongan. Hanya satu atau dua stafnya, hanya dengan kemeja putih sederhana, orang nomor dua di Tangsel itu memasuki TBM yang juga kediaman Asep.

“Jangan lihat fisiknya. TBM itu yang penting harus kontekstual, mengikuti zaman. Jangan menyerah dan mati karena tergilas era digital. Terus bangkit dan lahirkan ide-ide segar,” ujar Benyamin, seraya tangannya memeluk gitar yang ada di sampingnya.

“Saya kok langsung betah ya di TBM milik Pak Asep ini. Habis ada gitarnya, sih!”sambung Benyamin semangat dan disambut gelak tawa yang hadir. Asep, tentu saja sumringah bukan kepalang.

Tidak banyak bicara, Benyamin lantas memetik gitar sambil melantunkan lagu-lagu dari Koes Plus, Ebiet G Ade, Beatles. Terakhir, jarinya mahir memainkan melodi lagu Led Zeppelin berjudul Stairway to Heaven.

“Tahun 75 saya sudah main musik saat masih sekolah. Saya pemain band juga,” ujarnya, diiringi derai tawa lepasnya.

Lama bernyanyi bersama, Benyamin akhirnya menyudahi pertemuan. Dia berpesan agar Asep mengutarakan apa kebutuhan yang diperlukan supaya TBM nya tetap berjalan. Benyamin sadar, fungsi TBM adalah mencerdaskan masyarakat, karenanya perlu mendapat dukungan pemerintah setempat.

“Saya mendukung TBM Triaswara yang berkekuatan pada bidang seni dan budaya,” pungkasnya sambil berlalu.(J02)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2