Waspada
Waspada » Tahun Baru yang Lama
Budaya

Tahun Baru yang Lama

Catatan Budaya S. Satya Dharma

TAHUN 2020 pergi, tahun 2021 datang. Apa yang berubah dari pergantian tahun itu? Tak ada kecuali pergantian angka belaka. Rutin dan klise.

Apa yang berlangsung hari ini, sudah dan pernah terjadi pada hari-hari sebelumnya. Roda waktu berputar sesuai takdirnya. Sunnatullah. Tak seorang pun yang yang mampu merobahnya, sehebat apapun dia.

Maka, sesungguhnya tak ada yang benar-benar baru tahun ini meski disebut tahun baru. Semua yang disebut baru sejatinya adalah yang lama. Hari, tanggal, jam, menit, detik yang sekarang adalah hari, tanggal, jam, menit dan detik yang itu-itu juga. Bahkan pikiran dan aktivitas hari ini adalah ulangan dari pikiran dan aktivitas kita di hari-hari sebelumnya.

Jadi, sekali lagi, sesungguhnya tak ada yang baru di tahun yang katanya baru ini. Karena itulah aku tak sudi mengucapkan selamat datang pada 2021. Apa perlunya mengucapkan selamat datang untuk sesuatu yang sesungguhnya sudah berulang-ulang kita lakoni? Untuk sesuatu yang yang rutin dan klise?

Sebagian orang memang menyambut tahun yang baru itu dengan macam-macam cara. Berharap kehidupannya menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Tapi fakta seringkali tak sesuai harapan, apalagi di negeri ini. Gumpalan asa menjadi lebih baik itu justru membuat banyak orang kecewa.

Seperti tahun-tahun kemarin, tahun inipun kehidupan kebangsaan kita masih akan didominasi oleh hiruk pikuk politik yang sepenuhnya berpihak pada elit dan tak memihak pada rakyat. Tahun ini, sebagaimana tahun 2020 dan tahun-tahun sebelumnya, rakyat masih akan terus jadi penonton akrobat politik para elit, khususnya di layar kaca.

Situasi kebangsaan masih akan diwarnai oleh ketidakberdayaan para pemimpin bangsa dalam menyikapi maraknya prilaku tidak patriotik para elit yang keranjingan korupsi, kolusi, manipulasi dan lain-lain praktik amoral dalam bernegara. Tahun ini, erosi moral yang menggerogoti semangat kebangsaan para elit itu bisa jadi akan semakin parah keadaannya.

Sejak bertahun-tahun lalu, prilaku sejumlah elit bangsa, di semua lapisannya, memang telah jadi gossip murahan di publik. Ada yang tertangkap tangan karena korupsi, ada yang terciduk karena perbuatan asusila, ada yang jadi pecandu dan pengedar narkoba, dan banyak pula yang tak bisa menyelaraskan antara kata dan perbuatannya.

Ironisnya, sampai hari ini tak ada seorang pun tokoh, baik di tingkat nasional apalagi lokal, yang mampu mendorong tumbuhnya kembali semangat patriotik sebagaimana diajarkan oleh para pendiri negara. Setelah 75 tahun merdeka, bangsa ini tak juga menemukan satupun “sosok” yang bisa menyatukan setiap perbedaan menjadi potensi dan kekuatan.

Setiap orang, di negeri ini, tampaknya asyik sendiri dengan kotak-kotak kehidupan yang dibangunnya. Kata-kata seperti kalian, kita, kami, mereka, tetap akan menjadi diksi utama yang mewarnai kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Jadi, tahun ini kita masih akan melihat media massa dan media sosial dipenuhi dengan pernyataan-pernyataan sangat merendahkan tentang kotak-kotak dikhotomi menyangkut kami, kita dan kalian itu.

Seperti tahun lalu, demokratisasi akan terus membawa negeri ini pada kehidupan yang nyaris tanpa kendali. Di media sosial, penghinaan dan presekusi terhadap seseorang atau sekelompok orang, baik dalam tindakan, pernyataan maupun tulisan, akan terus kita dengar dan saksikan. Ketidaksukaan pada seseorang atau sekelompok orang, akan terus ditampakkan tanpa basa-basi. Apa yang terjadi tahun lalu, akan terjadi juga tahun ini. Bahkan mungkin bisa lebih parah lagi.

Meski demikian, sebagai rakyat, tentu saja saya, dan anda tidak boleh berputus asa. Saya dan anda harus tetap optimis. Syaratnya, seperti petuah guru saya dulu, kalau saya dan siapapun warga bangsa ini, mau dan bersedia untuk bekerja keras di atas kepentingan bersama dalam satu kesatuan nasional berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila.

Sayang, entah kenapa sampai hari ini syarat itu sepertinya terlalu berat untuk dilaksanakan sementara orang, pak guru…..  (*)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2