Waspada
Waspada » SNKI Sumut Akan Gelar Pameran Seribu Keris
Budaya

SNKI Sumut Akan Gelar Pameran Seribu Keris

PENGURUS SNKI Sumut saat berdiskusi dengan Ketua Umum Fadli Zon (tiga kanan)(belum lama ini di Medan. Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) Sumut akan gelar workshop dan pameran seribu keris sebagai bagian dari usaha untuk kembali melestarikan benda pusaka itu di tengah-tengah masyarakat. Waspada/Ist
PENGURUS SNKI Sumut saat berdiskusi dengan Ketua Umum Fadli Zon (tiga kanan)(belum lama ini di Medan. Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) Sumut akan gelar workshop dan pameran seribu keris sebagai bagian dari usaha untuk kembali melestarikan benda pusaka itu di tengah-tengah masyarakat. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) Sumut akan gelar workshop dan pameran seribu keris sebagai bagian dari usaha untuk kembali melestarikan benda pusaka itu di tengah-tengah masyarakat.

Ketua SNKI Sumut Phil Ichwan Azhari kepada wartawan Sabtu (7/11) membenarkan rencana pihaknya melakukan serangkaian kegiatan, termasuk akan gelar workshop dan pameran seribu keris serta menerbitkan buku dan pendirian museum berisikan benda pusaka itu.

“Kita juga akan mendirikan bengkel (besalen), pendirian SNKI di kabupaten/kota, dan mengirimkan orang untuk belajar membuat keris,” kata sejarawan ini.

Langkah konkrit itu dilakukan karena pihaknya terpanggil untuk melestarikan benda pusaka itu yang sudah diakui Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai warisan dunia dari Indonesia sejak 2005 lalu.

Menurut Ichwan, iinformasi mendalam tentang keris dirasa masih belum cukup di masyarakat.

Di beberapa daerah, utamanya di luar Pulau Jawa, sebagian besar masyarakat masih menganggap keris semata-mata identik dengan masyarakat suku Jawa.

Padahal di semua daerah di Indonesia, bahkan negara tetangga yang masuk rumpun bangsa Melayu, benda eksotis-filosofis ini, tersebar dalam jumlah dan varian yang tak terbilang banyaknya.

“Melalui SNKI ini kami mau mengangkat kembali benda pusaka ini dengan menggali informasi sebanyak-banyaknya serta berusaha semaksimal mungkin mengumpulkan keris yang tersebar di berbagai daerah, terutamanya di wilayah Sumatera,” katanya.

Ditambahkannya, ada persepsi yang keliru dari sekelompok masyarakat yang mengaitkan keris dengan hal-hal berbau klenik, padahal pengetahuan yang ada pada sebuah keris sarat filosofis dan mengandung kekayaan budaya yang luar biasa.

Menurut Ichwan, di satu sisi, persepsi itu membuat dunia perkerisan jadi sulit berkembang. Padahal, jika dikembangkan, akan banyak manfaatnya.

Karena, selain bagian dari menjaga warisan budaya, tidak tertutup kemungkinan menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomis bagi masyarakat ke depannya.

Banyak Profesi

Senada dengan Ichwan, Sekretaris SNKI Sumut, Ari Widiyanta menambahkan, dahulu dalam pembuatan satu keris melibatkan banyak profesi.

Setidaknya puluhan profesi, mulai dari tukang besi, pengukir, pembuat sarung keris dan sebagainya.

Karenanya, revitalisasi pembuatan keris ini sangat prospek secara ekonomi di samping dari sisi budaya.

Dikatakan Ari, keris bukan semata-mata senjata tajam, tetapi lebih kepada simbol budaya yang multi nilai. Bisa melambangkan status sosial, sebagai falsafah hidup dan lainnya.

Terkait SNKI, jelas Ari, lembaga ini adalah satu-satunya lembaga perkerisan di Indonesia yang sudah diakui UNESCO.

Dukung Penuh

Ketua Umum SNKI Fadli Zon, yang belum lama ini datang ke Medan untuk mendukung penuh SNKI Sumut. Sedangkan di Sumatera baru di Sumut yang sudah eksis, koordinator wilayahnya.

“Waktu Fadli Zon datang ke Medan belum lama ini, beliau sangat apresiatif dan sangat mendukung segala rencana SNKI Sumut. Dia optimis SNKI Sumut akan melakukan gebrakan, begitu melihat semangat kawan-kawan pengurus SNKI Sumut,” kata Ari.

Ditambahkan Ari, semangat itu tidak lepas dari dukungan pengusaha Mawar Bakkery, Rudi Oei, yang pada 2016 telah menggelar pameran keris di PRSU, yang diikuti kolektor asal Malaysia, Singapura, Brunei, Korea dan seluruh kolektor keris dari penjuru daerah di Indonesia.

Selain itu Rudi Oei juga telah melakukan banyak kegiatan serupa di berbagai daerah di Indonesia.

Rudi Oei, yang di SNKI Sumut menjabat kepala bagian kurator mengatakan, di kompleks sekretariat SNKI Sumut yang beralamat di Jalan Setia Budi No 6-7 Medan, juga akan didirikan museum keris, toko suvenir sekaligus paguyuban Semenda Deli.

Selain keris tak tertutup kemungkinan pihaknya juga mengembangkan benda-benda budaya lain, termasuk kuliner tradisional untuk pengembangan produk kreatif masyarakat.

“Ini adalah cara kami berbuat untuk merawat dan mewariskan benda-benda sejarah dan budaya yang merupakan masterpiece leluhur kepada generasi mendatang. Ada banyak pesan positif yang terkandung di dalam benda bersejarah ini,” kata Rudi.

Selain itu, tambah Rudi, bila dikembangkan lebih luas lagi tentu akan menjadi produk kreatif yang berguna bagi ekonomi masyarakat.

Sementara itu, salah seorang pengamat keris, Wisnu menambahkan, sejarah keris harus digali lebih dalam, sehingga tidak ada klaim-klaim kelompok masyarakat tertentu yang sifatnya pengkerdilan.

Wisnu mengatakan, Indonesia cukup kaya dengan benda-benda budaya, khususnya keris.

“Secara literasi, dibanding Jawa, daerah lain di Indonesia, memang terbilang masih minim. Inilah yang harus terus digali SNKI Sumut termasuk tentang nilai dan pengetahuan yang melekat padanya,” kata Wisnu.

Wakil Ketua SNKI Sumut Jimmy Siahaan menambahkan, sudah waktunya ada upaya pengumpulan pusaka, khususnya yang berasal dari Pulau Sumatra.

Hal itu penting sebagai bahan literasi kepada generasi mendatang, sehingga tidak lupa dengan budayanya. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2