Dari Wajahmu Kubaca Negeriku
dari wajahmu yang dilukiskan merakyat
kubaca negeriku
: antrian rakyat mengemis minyak goreng
meski negeri ini adalah kebun sawit terluas,
: pajak naik disusul listrik, bpjs dan sembako
meski pengangguran terus membesar.
dari wajahmu yang dipotretkan sederhana
kubaca negeriku
: dibentang karpet merah untuk anak-menantu
disaat jutaan pemuda gagap menata hidupnya.
: dirangkai mulus jalan oligarki untuk korupsi
disaat jutaan mulut rakyat menganga hampa.
dari wajahmu yang diceritakan lugu
kubaca negeriku
: suara rakyat dibungkam sampai sepi
meski ketidakadilan semakin nyata.
: para penentang dicap radikal dan dibui
meski penjilat terus membunuh demokrasi.
dari wajahmu yang dikisahkan jujur
kubaca negeriku
dikelola dengan muslihat dan kebohongan
rakyat dibelah untuk saling berhadapan
dan kini
: negeriku retak menuju pecah!
-medan, 11.04.2022.
Bentangan Jarak Itu, Rio
kuteramat faham
tentang rindumu yang sangat
pada sang bayangan cahayamu
yang dapat memudar agar dapat terlihat tujuan bersama.
kuteramat faham
tentang rindumu yang sangat
pada sang penyeka airmatamu
dan penuntun saat kalutmu.
hingga akupun teramat faham
: itu adalah dia
tempat kau serahkan sepenuh jiwaragamu
tempatmu ingin bertemu selamanya!
kuteramat faham
rindumu yang sangat itu
adalah bentangan jarak – jauh,
semakin jauh di antara kita.
maka kupasrah
saat kau lirihkan queen oprah
“you can love someone
and still choose
to say goodbye to them.
you can miss a person everyday
and still be glad
that they’re no longer”.
bentangan jarak yang menjauh itu
: kufaham
teramat sangat, rio!
Medan, 30.03.2022
Negeri Dhedheldhuwel
ini negeri dhedheldhuwel
tempat dimana para penguasa
adalah pemilik tunggal kebenaran
walau mulutnya bleketrek
lakunya pun belangbelonteng.
dan engkau, wahai rakyat,
cumalah seonggok tai penyumbang upeti
untuk kelangsungan kekuasaan mereka.
ini negeri dhedheldhuwel
tempat dimana para penguasa
boleh menjewer dengan lencana di dada kemeja
bebas menteror dengan tongkat komando di tangan
membungkam segala protes perlawanan.
dan engkau, wahai rakyat,
jangan berani menyanggah kedzaliman
tak usah gagah menentang ketidakadilan
sebab
: penguasa adalah pemilik tunggal kebenaran!
sungguh,
ini negeri dhedhelduwel.
dan sebagai rakyat
engkau mesti siap diiris,
diuleg atau dipreteli kapan saja
sebab
: demokrasi tak laku di negeri ini!
Medan, 05.01.2022
Harapku Memburam
harapku makin memburam
menyiksa rindu yang melayang hampa
mengoyak cabik gairahku
tau tau adakah kelak tepiannya
padamu.
akh
keberanianpun menipis teriris
nyaris menenggelamkan
tak tau akankah rindu yang tetap kudekap
atau lari jauh menjauh
darimu.
kuletih
: entah sampai kapan!
Batam, 21.03.2022.
Choking Susilo Sakeh lahir di Medan pada 15 September 1955. Jurnalis senior Sumatera Utara yang pernah menjadi Ketua Panwaslu Sumut pada Pemilu 2004 dan juga Sekum Komda PSSI Sumut ini, adalah salah seorang penyair dan sastrawan senior Sumut yang masih terus aktif menulis hingga hari ini. Karya-karya Ketua Majelis Kesenian Medan (MKM) ini, baik berupa puisi, cerita pendek maupun esai, selain diterbitkan di banyak media nasional dan disertakan dalam sejumlah antologi, juga telah diterbitkan sebagai buku tunggal. “Diantaranya adalah kumpulan puisi “Percakapan Anjing” dan “Kamus Cakap Anak Medan.” (red)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.