Pesona Senandung Toba, Lestarikan Seni Budaya Batak

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Pesona Senandung Danau Toba dengan menampilkan Seni Budaya Batak, dilaksanakan di Geo Site Sipinsur , Kabupaten Humbahas, Sabtu (30/4) lalu

Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Humbahas
Jakkon Halomoan Marbun, mewakili Bupati Humbahas Dosmar Banjar Nahor.

RH Victor Aritonang, pimpinan Perkumpulan Batak Marbisuk dalam keterangannya, Selasa (3/5) mengatakan, kegiaatan ini juga hasil kerjasama dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi. Victor Aritonang juga Ketua Kadin Jakarta Pusat. Pihak lainnya yang membantu adalah NET Production pimpinan Novi Tambunan.

Kegiatan ini menampilkan, seni budaya Batak, diantaranya Tulila, alat musik tiup yang sudah mulai punah. Alat ini di mainkan oleh Hardoni Sitohang. Acara ini juga menampilkan tati-tati yang dibawakan oleh sanggar-sanggar tari seputaran Danau Toba, dan tidak lupa mosak Batak atau silat Batak di pertunjukan.

“Tujuan kegiatan ini untuk melestarikan seni dan budaya Batak sekaligus memberikan suguhan kepada para wisatawan di Sipinsur, sehingga menggeliatkan destinasi wisata di kawasan Toba. Artis pendukung lainnya adalah Marbisuk Sister dan Martahan Sitohang (Komunitas Seniman Danatu Toba). Antusias masyarakat cukup besar karena menjelang akhir Ramadan dan berharap kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Pemkab Humbahas agar kegiatan ini bisa berkelanjutan,” ujar Victor Aritonang.

Victor Aritonang menambahkan, BPODT selalu mensuport event-event yang dilaksanakan di seputaran danau Toba.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Dirut BPODT Jimmy Panjaitan yang selalu mensuport event-event di sekitar Danau Toba,” katanya.

Seni Budaya Batak yang memiliki nilai tinggi, harus dipelihara, dan bahkan ditingkatkan kualitasnya.

“Kami khawatir generasi muda Batak mulai meninggalkan seni budaya peninggalan leluhur kita.
Hal ini karena generasi kita hidup di era globalisasi. Di mana teknologi menjajah anak-anak muda Batak. Kita berkewajiban melestarikan budaya leluhur kita. Tidak boleh seni budaya itu punah,” kata Victor.

Viktor berharap ada legislasi atau aturan hukum seperti Peraturan Daerah (Perda) Pelestarian Budaya Batak, seperti di DKI Jakarta yang sudah memiliki Perda Pelestarian Budaya Betawi. Dia juga berharap pemerintah setempat Dinas memiliki political will, mengalokasikan anggaran pada APBD Kabupaten Humbahas setiap tahunnya untuk kegiatan pelestarian Budaya Batak.

“Kami ingin Budaya Batak terus lestari,” tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.