Waspada
Waspada » Musik Tradisi Indonesia Makin Mendunia
Budaya

Musik Tradisi Indonesia Makin Mendunia

JAKARTA (Waspada): Indonesia adalah negara dengan penduduk terbesar keempat dan juga penduduk muslim terbesar di dunia. Selama ribuan tahun Indonesia juga menjadi persimpangan pertemuan peradaban dunia yang datang dari belahan Timur dan Barat.

Akibatnya, pertumbuhan budaya world music yang begitu beragam sangat luarbiasa di negeri ini.

Menyadari keberagaman musik di Indonesia yang berasal dari tradisi tiap wilayah, membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan segenap seniman musik di Nusantara ini, menggelar Forum Indonesian Music Expo (IMEX).

IMEX bertujuan memperkenalkan kepada dunia budaya World Music Nusantara di Pulau Dewata Bali agar para pelaku di industri world music global dapat datang dan berbelanja sesuai dengan keperluan mereka masing-masing.

“IMEX bertujuan untuk menjadi rekanan dari Womad dan Womex di Eropa, walaupun untuk saat ini fokus kami hanyalah pada musik Indonesia,” kata Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru, Ahmad Mahendra, Rabu (7/10/2020).

Womad adalah kepanjangan dari World Music Arts and Dance. Sementara Womex adalah World Music Expo. Kedua even ini telah berlangsung beberapa lama di Eropa.

Seniman penata musik, Franki Raden mengatakan, sejak beberapa dekade yang lalu di dunia musik global muncul sebuah istilah baru yang dikenal dengan nama “world music”.

Istilah ini awalnya hanya di gunakan dalam lingkungan akademik bidang etnomusikologi. Namun setelah produser dan toko CD raksasa seperti di Amerika dan Eropa seperti Virgin Records menggunakan nama ini untuk menjual produk khusus “world music”, maka istilah ini menjadi sangat popular.

Di bawah label World Music ini para pembeli dapat menemukan musik-musik dari Amerika Latin, Afrika, Asia, Eropa (Celtic) dan juga Gamelan.

Setelah 30 tahun lalu istilah atau genre ini muncul, pasar global world music melejit menjadi 10 persen dari pasar industri musik dunia dengan jumlah uang sekitar 6,5 milyar dolar Amerika.

“Melihat terbukanya pasar baru yang begitu menggiurkan, banyak negara dewasa ini memasuki arena world music dengan berlomba-lomba menyelenggarakan festival dan expo world music di wilayah mereka,” kata Franki.

Pandemi COVID-19 telah membuat perubahan di segala bidang, pun dalan pelaksanaan IMEX. Dengan adanya wabah pandemik dewasa ini, IMEX akan dilaksanakan secara virtual terlebih dahulu melalui platform Youtube (Lokaswara Project) dan Facebook (Indonesian Music Expo) pada tanggal 11-18 Oktober Pk. 19:00 – 21:00 WIB.

“Sebanyak 15 grup yang akan kami tampilkan ini telah dikenal di pelbagai festival world music yang sangat bergengsi di seluruh dunia. Acara live IMEX sendiri akan di selenggarakan pada tanggal 1 sampai 4 Juli, 2021 di Ubud, Bali,” tandas Franki. (J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2