Kemendikbud Gelar Lomba Cerita Budaya Kemendikbud Gelar Lomba Cerita Budaya Desaku - Waspada

Kemendikbud Gelar Lomba Cerita Budaya Desaku

  • Bagikan
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid

JAKARTA (Waspada): Guna menggali potensi desa dan memetakan budaya kearifan lokal yang terus berkembang di masyarakatnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar lomba Cerita Desaku. Kegiatan ini dibuka sejak 8 Agustus sampai 10 September 2020.

Lomba cerita budaya desaku adalah satu rangkaian kegiatan
program desa pemajuan kebudayaan. Program pemajuan desa kebudayaaan ini mencakup beberapa tahapan kegiatan yakni bincang santai seri temukenali budaya desaku, lomba cerita budaya desaku, dan pendampingan pengembangan potensi masyarakat desa di bidang kebudayaan.

                                             

‘Lomba ini menjadi cara untuk menegaskan posisi desa, bukan hanya sebagai lumbung pangan, tetapi sebagai lumbung pengetahuan yang penting bagi kemajuan sebuah bangsa. Selain itu, kegiatan lomba ini bukan mengedepankan kompetisinya, tetapi menjadi langkah penting bagi kita untuk saling mengenal kekayaan desa-desa di Indonesia,” ujar Dirjen Kebudyaan Kemendikbudz Hilmar Farid, dalam temu media daring, Jumat (14/8).

Desa, lanjut Hilmar, adalah kekuatan kita yang paling kecil. Ketika desa kuat, Bangsa dan Negara Indonesia juga akan kuat. Ketika budaya desa maju, maka Indonesia akan maju juga karena kebudayaan nasional adalah kumpulan dari kebudayaan-kebudayaan yang ada di desa, menyatu menjadi Indonesia.

“Keberagaman adalah potensi yang harus digarap bersama-sama, sehingga menjadi kekuatan untuk kemajuan Bangsa Indonesia,” terang Hilmar Farid.

Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Melani Budianta menyampaikan bahwa budaya bukan hanya sekadar produk, seperti artefak, tari-tarian. Tetapi, budaya juga meliputi seluruh aspek kehidupan, seperti gaya hidup, cara kita memaknai realitas, kebiasaan sehari-hari, seperti bagaimana menyapa dan bergurau, ungkapan yang sering diucapkan, praktik sosial yang diciptakan untuk menata kehidupan.

Kebudayaan, menurut Melani, tidak statis, melainkan terus bergerak mengikuti kehidupan kita dan selalu menyesuaikan dengan konteks dan kemajuan zaman.

“Melalui lomba Cerita Budaya Desaku, Ia berharap akan semakin banyak kearifan lokal yang dipromosikan dan diwariskan kepada generasi penerus,” imbuh Melani.

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, Restu Gunawan menyampaikan bahwa Lomba Cerita Budaya Desaku sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Pemajuan Kebudayaan merupakan upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia melalui Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan dapat terwujud secara nyata di dalam masyarakat desa dan melekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dijelaskan Restu, peserta lomba adalah komunitas atau kelompok yang berada di desa. Komunitas atau kelompok inilah yang diharapkan menjadi penggerak di masing-masing desa untuk bersama-sama dengan seluruh warga desa mempertahankan rasa memiliki akan budaya lokal, kemudian melestarikannya untuk generasi selanjutnya dengan cara mengembangkan dan memanfaatkannya.

Sesuai dengan syarat dan ketentuan lomba, peserta diminta untuk mengirimkan tiga jenis karya yang merupakan satu kesatuan saling mendukung, yaitu narasi yang dilengkapi foto dan video. Ketiga karya ini di kemudian hari akan menjadi data kekayaan budaya desa yang nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan.

Pada tahap akhir, Lomba Cerita Desaku akan memilih 30 desa terbaik yang akan selanjutnya dilakukan pendampingan untuk pemberdayaan masyarakat desa di bidang kebudayaan. Informasi lebih lanjut untuk mengikuti lomba ini dapat ditemukan pada laman desabudaya.kemdikbud.go.id. (J02)

  • Bagikan