Waspada
Waspada » Habib Rizieq
Budaya

Habib Rizieq

Hebatnya Anies

LUAR biasa. Menjelang penghujung tahun 2020 ini, Habib Muhammad Rizieq bin Hussein bin Shihab berhasil membukukan sejarah baru untuk Indonesia. Kepulangan Imam Besar Umat Islam itu, setelah tiga setengah tahun lebih berada di pengungsian di Saudi Arabia, benar-benar menggetarkan jiwa.

Tak hanya anggota dan simpatisan FPI yang menjemputnya di Bandara Soekarno-Hatta, tapi juga jutaan umat Islam dari berbagai daerah. Mereka, dengan mobil, bus sewaan dan sepeda motor, menyambut kepulangan dzuriyat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam itu ke tanah airnya. Bahkan sejumlah tokoh masyarakat dari agama lain, ikut pula menyambutnya.

Hari itu, Selasa 10 Nopember 2020, Bandara Soekarno-Hatta memutih oleh para penjemput. Akses jalan menuju bandara bahkan macet total. Tak sedikit penyambut yang harus berjalan kaki hingga sejauh 8 kilometer untuk sampai ke lokasi penjemputan. Kecuali Habib Rizieq, belum pernah ada dalam sejarah negeri ini seorang tokoh yang kepulangannya ke tanah air disambut sedemikian luar biasa.

Sebagaimana diketahui, setelah tiga tahun setengah lebih mengungsi ke Arab Saudi, Habib Rizieq Shihab tiba kembali di Indonesia dengan isteri dan anak-anaknya. Rombongan yang terdiri dari 18 orang itu terbang dari Jeddah pada hari Senin dengan menumpang pesawat Saudia SV816, dan mendarat di Bandara Soekarno – Hatta pada Selasa pukul 08.37 Wib.

Di luar dugaan siapapun, kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu ternyata mendapat sambutan sangat meriah dari masyarakat. Sejumlah ruas jalan di kawasan Petamburan terpaksa ditutup sedang jalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta pun mengalami kemacetan panjang. Untuk mengantisipasi keadaan, aparat keamanan bahkan menurunkan ribuan personil baik dari TNI, Polri maupun petugas keamanan internal Bandara.

Tak sedikit orang yang kemudian berharap, kepulangan Habib Rizieq ke tanah airnya memberi makna bagi terjadinya perubahan fundamental dalam kehidupan bangsa dan negara ini. Semangat Habib Rizieq yang akan memimpin “Revolusi Akhlak” pasca kepulangannya, diharapkan bisa membawa bangsa dan negara ini kepada kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang lebih baik.

Kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia sekaligus juga mengubur semua rumors dan fitnah yang selama ini ditujukan kepadanya. Dikeluarkannya SP3 atas kasus-kasus yang dituduhkan kepada beliau membuktikan bahwa semua tuduhan yang selama ini dialamatkan kepadanya adalah fitnah dan bohong belaka.

Jadi, berhentilah menyebarkan fitnah dan isu-isu kepada Habib Rizieq, apalagi oleh orang-orang yang tak se-aqidah dengannya. Sebagai salah seorang ulama dan dzuriyat Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam, tak pantas Habib Rizieq dihina.

Seperti kata Ustadz Abdul Somad, jika anda belum bisa berbuat baik, setidaknya janganlah menghina dzuriyat Nabi Muhammad. Bukankah akan lebih baik bila kita fokus membangun kesamaan pandangan demi kebaikan bangsa ini di masa depan?

Maka, terlepas dari pro kontra terhadap sosok Habib Rizieq Shihab, yang pasti gagasannya untuk melakukan gerakan revolusi akhlak di negeri ini adalah suatu yang baik dan sangat patut didukung oleh semua pihak yang mencintai negara ini.

Jika negara ini ingin menjadi lebih baik, maka tidak hanya rakyat, tapi pemerintah pun harus mendukung gerakan revolusi akhlak yang digaungkan Habib Rizieq. Di tengah situasi kehidupan berbangsa dan bernegara sekarang ini, maka gerakan revolusi akhlak adalah langkah yang positif bagi bangsa Indonesia dalam upaya membangun kehidupan kenegaraan yang lebih kondusif dan damai.

Jadi, hentikanlah semua kepura-puraan, kebohongan, ketidakadilan, dan kemunafikan yang selama ini menjadi lakon hidup keseharian kita. Hapus sikap permusuhan dan buruk sangka terhadap orang yang bersikap kritis dan berbeda pandangan.

Kita tidak bisa membiarkan bangsa ini terus menerus kisruh oleh statemen-statemen dari para elit yang asal bicara. Bangsa dan Negara ini butuh membangun. Namun pembangunan hanya bisa dijalankan dengan baik kalau kehidupan berbangsa berlangsung damai dan situasi sosial politik negara berjalan kondusif. Begitulah! (*)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2